Breaking News:

Berita Heboh

Pria Berbadan Kekar yang Rusak Rambu Lalu Lintas Dilaporkan ke Polisi, Nomor Kendaraan Jadi Bukti

Sebuah marka jalan, rambu lalu lintas tanda dilarang putar arah dirusak seorang warga.

Editor: Alexander Pattyranie
Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Rambu Lalu Lintas rusak di Bekasi Selatan, Jawa Barat. 

dengan merusak tiang rambu di jembatan Grand Kamala Lagoon, Jalan KH Noer Ali,

Bekasi Selatan, Kamis (25/3/2021) pagi tadi.

Pria itu mengamuk dan mematahkan tiang rambu larangan putar balik karena diduga enggan berputar dari arah Kalimalang menuju KH Noer Ali melalui Jembatan GKL yang baru dibuka. 

Video itu diunggah oleh akun Instagram @bekasi_24_jam.

Kepala Bidang Lalu Lintas (Kabid Lalin) Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Teguh Indrianto menjelaskan larangan berputar balik di U-turn jembatan Grand Kamala Lagoon (GKL) dilakukan berdasarkan analisa dan kajian.

Teguh menjelaskan terdapat tiga jembatan di lokasi tersebut, yakni jembatan GKL, dolphine dan Al-Azhar yang jaraknya hanya 180 meter saja.

Awalnya, akses jembatan dolphine dibuka sehingga pengendara dari Perumahan Bumi Satria Kencana (BSK) yang hendak menuju Jakarta bisa melewati jembatan itu.

Sedangkan, jembatan GKL dan Al-Azhar saat itu belum difungsikan.

"Tapi, jarak antara jembatan dolphine dengan jembatan GKL itu berdekatan.

Kemudian desain jembatan Dolphine itu memang tidak sesuai dengan standar.

Jadi kami tutup," kata Teguh saat dikonfirmasi, Kamis (25/3/2021).

Alasan pertama, jembatan dolphine dinilai curam sehingga berbahaya bagi pengendara,

kemudian akan menimbulkan banyak persimpangan ketika jembatan GKL dan Alzhar telah dibuka,

sehingga berpotensi menyebabkan kemacetan.

Selain itu, konstruksi jembatan dolphine sangat rendah sehingga tinggi muka air (TMA) Kalimalang hampir menyentuh bagian bawah jembatan.

"Permukaan air dengan ujung bibir jembatan bawahnya itu tidak sampai dengan satu meter.

Nah itu akibatnya sebenarnya sudah dari jauh-jauh hari jembatan dolphine memang akan pemda tutup,

akan dibongkar lah ibaratnya ke depan," ungkapnya.

Oleh sebab itu pengendara dari arah Kalimalang diharuskan berputar balik di u-turn jembatan Al-Azhar yang terletak setelah jembatan dolphine.

Sementara itu, jembatan GKL hanya diperkenankan dilewati oleh kendaraan dari arah Jakarta, Jalan KH Noer Ali.

Teguh pun tak habis pikir alasan pria bertubuh kekar itu protes hingga merusak rambu (sebelumnya ditulis marka) jalan, lantaran jarak antara jembatan GKL menuju jembatan Al-Azhar hanya 180 meter saja.

"Jadi misalnya komplennya, karena berputar jauh, itu kan enggak masuk akal. Karena jembatan GKL dengan jembatan Al-Azhar hanya berjarak 180 meter, enggak terlalu jauh untuk berputar," kata Teguh. 

Sebelumnya seorang pria bertubuh kekar melakukan perusakan rambu jalan di jembatan Grand Kamala Lagoon, Jalan KH Noer Ali, Bekasi Selatan, Kamis (25/3/2021) pagi tadi.

Pria yang mengendarai mobil berjenis Jeep bewarna putih itu, ngamuk dan mematahkan tiang rambu larangan putar balik karena diduga enggan berputar dari arah Kalimalang menuju KH Noer Ali melalui Jembatan GKL yang baru dibuka.

(Wartakotalive/Rangga Baskoro)

BERITA TERPOPULER :

Baca juga: Masih Ingat Gadis yang Diusir Iis Dahlia Saat Audisi Karena Kucel? Waode Sofia Kini Berubah Drastis

Baca juga: Kisah Murid Nikahi Gurunya yang Janda, Cinta Dipendam Bertahun-tahun: Saya Tak Ingin Lagi Dia Hilang

Baca juga: Sebelum Kecelakaan Maut di Batu Kota Manado, Almarhum Hizkia Sempat Perbaiki Rem Belakang Motor

TONTON JUGA :

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Pria Kekar Perusak Rambu Putar Arah di Kalimalang Resmi Dilaporkan Dishub Kota Bekasi ke Polisi

https://wartakota.tribunnews.com/2021/03/26/pria-kekar-perusak-rambu-putar-arah-di-kalimalang-resmi-dilaporkan-dishub-kota-bekasi-ke-polisi?page=all.

Penulis: Rangga Baskoro

Editor: Hertanto Soebijoto

Berita heboh lainnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved