Objek Wisata
Misteri Batu yang Bisa Menggandakan Diri di Pusat Kota Manado
Di kalangan objek wisata sebangsanya, watu sumanti istimewa karena masih mengandung daya magis.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Berstatus kota besar, objek wisata Manado tak melulu modern. Tapi banyak objek wisata budaya.
Salah satunya Watu Sumanti. Di kalangan objek wisata sebangsanya, watu sumanti istimewa karena masih mengandung daya magis.
Betapa tidak, batu dalam watu sumanti selalu menggandakan diri setiap kurun beberapa tahun.
Dari awalnya hanya tiga menjadi kini belasan.
Tersembunyi di antara permukiman warga yang padat di Kelurahan Tikala Ares Lingkungan 2, objek wisata Watu Sumanti berperang dengan zaman.
Ia coba eksis. Berhadapan dengan penduduk yang modern dan individualis, watu (batu) itu sesekali menampakkan kesaktiannya; ia menggandakan diri. Pada waktu-waktu tertentu, ia menang atas zaman.
Banyak warga yang datang padanya, mengasih dupa maupun sesajen.
Namun lebih banyak ia dikalahkan. Bahkan warga sekitar yang sejarahnya dilahirkan batu itu tak mau tahu dengan keberadaannya.
Tribun Manado mengunjungi tempat itu Senin (22/3) pagi. Watu itu berada tak jauh dari kantor Wali Kota Manado. Dari perempatan Banjer ke arah Tikala, kemudian belok kanan pada sebuah lorong kecil.
Bagian depan lorong dipasangi papan bertulis objek wisata Watu Sumanti. Di ujung lorong terdapat bekas kantor. Watu itu tepat berada depan kantor.
Watu tersebut terdiri dari sekira sepuluh batu berdiri dengan ukuran 15 sampai 30 sentimeter.
Batu-batu itu berhadapan dengan tiga batu pipih dan pendek. Dua batang rokok digelar sebagai sesajen di atas tiga batu pipih tersebut.
Bagian luar watu dipasangi kerangkeng besi.
Pada jarak semeter dari watu berdiri prasasti yang menerangkan sejarahnya dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Sebuah pendopo kecil dibangun tak jauh dari prasasti tersebut. Keadaan di sana begitu sunyi. Hiruk pikuk pemukiman di kelilingnya seolah tak tembus ke sana. Seakan ada dua dunia, satu dunia modern yang luas dan mengitimidasi, satu dunia tradisional yang kian terkikis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/watu-sumanti-di-kelurahan-tikala-ares-lingkungan-2-54.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/watu-sumanti-di-kelurahan-tikala-ares-lingkungan-276.jpg)