Psikologi
Refocusing Picu Stres Pejabat, Psikolog Hanna Monareh : ASN Perlu Jalani Mental Health Check Up
Refocusing APBD membuat anggaran dinas dipotong. Anggaran mereka dipotong. Pendapatan semakin kecil. Sementara pengeluaran membesar.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Tak hanya warga biasa. Pejabat juga dilanda stres gara gara Pendemi Covid 19.
Refocusing APBD membuat anggaran dinas dipotong. Anggaran mereka dipotong. Pendapatan semakin kecil. Sementara pengeluaran membesar.
Stres dapat menyebabkan sakit yang berujung kematian dan bunuh diri.
Kasus bunuh diri Kepala BPBD Minsel adalah contoh betapa rapuhnya seorang pejabat menghadapi stres.
Psikolog Hanna Monareh menilai pemerintah perlu memanfaatkan Mental Health Check Up untuk para ASN untuk mencegah stres si kalangan pejabat.
"Sama dengan pemeriksaan kesehatan fisik, medical check up untuk mendeteksi, mencegah dan merawat kondisi fisik. Begitu pula dengan Mental Health Check Up, dapat membantu individu mengetahui kondisi psikologisnya saat ini," kata dia.
Mengenai bunuh diri pejabat, ia menengarai disebabkan sejumlah faktor.
"Bisa faktor kepribadian, individu yang cenderung introvert, kurang suka bersosialisasi, sering memendam masalah sendiri, rentan muncul ide bunuh diri, terutama saat menghadapi masalah yang berat," kata dia.
Faktor lainnya adalah kondisi mental psikologis yang mengalami gangguan mood jenis depresi.
"Penelitian terkini menyebutkan, depresi disebabkan berbagai faktor yang memengaruhi kondisi neuropsikologis (otak dan perilaku). Adanya keinginan untuk bunuh diri. Ketika individu tersebut mengalami kesedihan yang mendalam, perasaan tidak berdaya, tidak ada yang bisa menolongnya," kata dia.
Masalah kehidupan sosial seperti stres berat juga memiliki andil pada munculnya ide bunuh diri.
Stres mempengaruhi psikologis dan menimbulkan perasaan tertekan.
"Beberapa kasus yang saya tangani, individu yang memiliki keinginan bunuh diri, atau pun mereka yang sudah mencoba berulang kali melakukan bunuh diri dapat dialami oleh semua usia baik anak, remaja sampai dewasa. Kepribadian, kontrol emosi yang kurang, masalah kehidupan sosial, dan copying stress yang rendah dari individu tersebut dapat memicu mengakhiri hidupnya," kata dia.
Sebut dia, bunuh diri dapat dicegah dengan kepedulian masyatakat. Pihak yang dilanda stres perlu dijangkau dan didengar.
"Bagi individu yang merasa memiliki beban masalah yang telah melampaui batas kemampuan untuk menyelesaikannya, "You're Not Alone", Anda tidak sendiri, mencari orang terdekat yang dapat dipercaya untuk berbagi, tidak memendam sendiri perasaan. Meningkatkan kesehatan fisik, psikis dan spiritual penting. Diharapkan juga dapat mencari tenaga profesional untuk membantu anda meningkatkan kesejahteraan psikologisnya," kata dia. (art)
• Masih Ingat Primus Yustisio, Suami Jihan Fahira? Lama Tak Terdengar, Berubah Drastis Begini Kabarnya
• Kabar Gembira, Penukaran Pecahan Rp 75.000 Lebih Mudah, 1 Orang Bisa Tukar 100 Lembar
• Periode Pengurus PWI Sulut Sebenarnya Berakhir September 2020, Gelar Konferensi 28-29 Maret 2021