Kasus Pembunuhan
Pisau Tertancap di Leher, Suami Bunuh Istri yang Hamil 8 Bulan, Marah Ambil Makanan dari Tetangga
Seorang pria bernama Terbit Sitepu mengakui perbuatannya, setelah sebelumnya sempat berbohong di hadapan penyidik bahwa ia bukan pembunuh istrinya
Setelah mengakui perbuatannya, Terbit kemudian membeberkan kronologis kematian sang istri.
Terbit mengaku membunuh istrinya karena marah.
Ia marah sebab sang istri memakan lontong pemberian tetangga.
Padahal sebelumnya, Terbit pernah menyampaikan kepada istrinya untuk tidak memakan makanan pemberian orang lain.
Terbit melakukan hal tersebut karena khawatir ada guna-guna di dalam makanan pemberian orang lain.
Namun kemudian Terbit terkejut saat mengetahui makanan yang diberikan oleh tetangganya itu sudah habis dan tak bersisa.
Dari peristiwa itu akhirnya ia marah dan menendang sejumlah barang.
Pada saat yang sama, Terbit melihat ada pisau di atas kulkas.
Korban yang terus membantah pernyataan pelaku akhirnya membuat pelaku tambah emosi.
Terbit pun mengambil pisau dan melemparkannya ke arah korban dengan sekuat tenaga.
Tanpa disadari pisau itu menancap di leher korban.
Namun sayang, pelaku sudah salah sejak awal.
Kejelian polisi memang sangat diuji dalam hal ini.
Kecurigaan awal polisi bermula dari pisau yang sudah dibersihkan oleh pelaku.
Setelah polisi melihat adanya keganjilan, pihaknya lantas menggelar olah TKP ulang.