Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Pembunuhan

Pisau Tertancap di Leher, Suami Bunuh Istri yang Hamil 8 Bulan, Marah Ambil Makanan dari Tetangga

Seorang pria bernama Terbit Sitepu mengakui perbuatannya, setelah sebelumnya sempat berbohong di hadapan penyidik bahwa ia bukan pembunuh istrinya

Editor: Rhendi Umar
TribunBatam.id
Terbit Sitepu (29) tersangka yang membunuh sang istri yang sedang mengandung 6 bulan. Sempat mengelak dan berbohong, akhirnya Terbit Sitepu mengaku membunuh istrinya karena marah. 

Setelah mengakui perbuatannya, Terbit kemudian membeberkan kronologis kematian sang istri.

Terbit mengaku membunuh istrinya karena marah.

Ia marah sebab sang istri memakan lontong pemberian tetangga.

Padahal sebelumnya, Terbit pernah menyampaikan kepada istrinya untuk tidak memakan makanan pemberian orang lain.

Terbit melakukan hal tersebut karena khawatir ada guna-guna di dalam makanan pemberian orang lain.

Namun kemudian Terbit terkejut saat mengetahui makanan yang diberikan oleh tetangganya itu sudah habis dan tak bersisa.

Dari peristiwa itu akhirnya ia marah dan menendang sejumlah barang.

Pada saat yang sama, Terbit melihat ada pisau di atas kulkas.

Korban yang terus membantah pernyataan pelaku akhirnya membuat pelaku tambah emosi.

Terbit pun mengambil pisau dan melemparkannya ke arah korban dengan sekuat tenaga.

Tanpa disadari pisau itu menancap di leher korban.

Namun sayang, pelaku sudah salah sejak awal.

Kejelian polisi memang sangat diuji dalam hal ini.

Kecurigaan awal polisi bermula dari pisau yang sudah dibersihkan oleh pelaku.

Setelah polisi melihat adanya keganjilan, pihaknya lantas menggelar olah TKP ulang.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved