Breaking News:

Dirut PT Kimia Farma Beber Alasan Berinvestasi di Kepulauan Talaud, Bupati Elly Lasut Bersyukur

Bupati Talaud Elly Lasut menyambut gembira jalinan kerja sama dengan PT Kimia Farma Tbk karena akan berdampak pada pelayanan kesehatan warga Talaud.

isvara savitri/tribun manado
Ilustrasi suasana Laboratorium Klinik Kimia Farma Sario, Manado. 

MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud resmi mengingat kerja sama dengan PT Kimia Farma Tbk.

Bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (15/3/2021), Bupati Talaud Elly Engelbert Lasut menandatangani naskah kerja sama investasi dengan BUMN tersebut.

Jajaran direksi Kimia Farma dipimpin Direktur Utama Nurtjahjo Walujo Wibowo, didampingi Direktur Operasional Winastanto Wibowo dan Abdul Aziz.

Adapun turut mendampingi Bupati Elly, Wakil Bupati Moktar Arunde Parapaga dan sejumlah pejabat pemda.

Dalam rilisnya, Pemkab Talaud menyebut, kerja sama investasi Kimia Farma di Kabupaten Talaud bernilai kurang lebih Rp 1,5 miliar.

Bupati Elly menyambut gembira jalinan kerja sama tersebut karena akan berdampak pada pelayanan kesehatan warga Talaud.

“Puji Tuhan perusahaan farmasi sebesar Kimia Farma akhirnya mau berinvestasi di daerah kita Talaud,” kata dia.

“Kami sangat berterima kasih atas kesungguhan hati dari pihak direksi dan jajaran, semoga Tuhan memberkati niat baik kita ini untuk melayani masyarakat di Kabupaten Kepulauan Talaud,” kata Elly yang berlatar belakang sebagai dokter.

Direktur Utama PT Kimia Farma Nurtjahjo Walujo Wibowo juga bersyukur dapat hadir di Talaud yang merupakan daerah terluar Indonesia.

Ia menekankan, pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan, bahkan Talaud menjadi prioritas karena berada di wilayah perbatasan.

“Akibat pandemi Kimia Farma tidak ada rencana untuk buka gerai. Tapi, setelah membaca surat permohonan Pak Bupati Kepulauan Talaud, sepertinya kami harus membuka di wilayah Kepulauan Talaud,” kata dia.

Ia pun membeber mengapa Kimia Farma terpanggil untuk hadir di Talaud.

“Berdasarkan data kami bahwa ada ratusan pasien BPJS yang terpaksa harus ke Manado untuk membeli obat karena ketidaktersediaannya di Talaud. Belum lagi pasien non-BPJS. Jadinya harga transpor lebih mahal daripada obat,” kata Wibowo.

Ia menyebut, kehadiran Kimia Farma di Talaud juga sejalan dengan program Presiden Joko Widodo.
“Kami ikut membangun negeri dari pinggiran dan perbatasan,” kata dia. (*)

Baca juga: Kabupaten Sangihe Segera Miliki Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid, Lokasinya di Tamako

Baca juga: Vakum 2 Tahun, Kini Ferrari Kenalkan 2 Model Teranyar Lewat Distributor Baru, Berikut Spesifikasinya

Baca juga: Pihak Istana Tanggapi Isu Presiden 3 Periode, Mahfud MD Tegaskan MPR yang Berwenang

Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved