citizen journalism
Pesan di Balik Film The Social Dilemma
Film berdurasi 1 jam 34 menit itu mengurai banyak hal yang tidak disadari oleh manusia abad 21.
Oleh: drg Rustan Ambo Asse SpPros
Penikmat film
KETIKA Mark Zuckerberg dicecar sebuah pertanyaan, bagaimana peran Facebook dalam kisruh Pemilu di Amerika Serikat?
Dia menjawab dengan diplomatis bahwa hal itu tentu saja dipengaruhi oleh banyak faktor.
Tersirat bahwa Facebook adalah salah satu platform media sosial yang mengubah wajah demokrasi negara itu.
Bahkan Rusia yang menerima tuduhan sebagai pembajak data Facebook, sejatinya hanyalah memainkan peran politik.
Serupa serangan jarak jauh yang mematikan, perilaku berdemokrasi telah berubah, dan kini laju social media semakin tak terbendung.
Sebuah film dokumenter dirilis oleh Netflix: The Social Dilemma.
Film berdurasi 1 jam 34 menit itu mengurai banyak hal yang tidak disadari oleh manusia abad 21.
Dalam kisah orang-orang yang memiliki imajinasi tinggi dan menciptakan teknologi Internet, pada awalnya semua orang di belahan dunia menyambut dengan penuh kegamangan.
Namun perlahan Internet mulai diterima sebagai bayi yang lucu dan menggemaskan, hingga menjadi sebuah mesin yang serba memudahkan.
Dia hadir membawa kebaikan-kebaikan untuk umat manusia.
Tristan Harris ,mantan pakar etika desain Google mengalami frustrasi terhadap industri teknologi secara umum.
Baginya dia kehilangan masa-masa tahun 2006, ketika Google hadir sebagai perangkat teknologi yang memudahkan urusan dua miliar pengguna internet di dunia.
Kegelisahan itu membawa dirinya menemukan sebuah perenungan.
Dia paham dan mahir menciptakan algoritma yang bisa memengaruhi psikologi manusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/film-the-social-dilemma.jpg)