Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kudeta Parta Demokrat

SBY Dituding Bukan Pendiri Partai Demokrat dan Hanya Sumbang Rp 100 Juta

Jhoni Allen Marbun muncul dalam sebuah video yang menuding Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono

Editor: Aldi Ponge
(INSTAGRAM @agusyudhoyono)
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan ucapan selamat hari ayah untuk Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Pasangan SBY-JK saat itu harus bersaing dengan 4 pasangan calon lainnya. Pasangan ini lolos di putaran pertama bersama pasangan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi.

Pada putaran kedua, pasangan SBY-JK keluar sebagai pemenang dengan perolehan 69.266.350 suara rakyat 60,62 persen.

Pemilu 2009

Pada Pemilu 2009, Demokrat keluar sebagai parpol pemenang pemilu.

Perolehan suara partai berlambang mercy itu naik pesat dengan perolehan suara 21.703.137 (20,85) persen. Perolehan ini membuat Demokrat menempatkan 150 wakilnya di Senayan.

Pada Pilpres 2009, Demokrat kembali mengusung SBY menuju periode kedua. Kali ini, SBY menggandeng Boediono, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Perekonomian.

Sementara, Jusuf Kalla maju sebagai capres berpasangan dengan Wiranto.

Pesaing lainnya, Megawati Soekarnoputri yang maju berpasangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. 

Hasilnya, SBY kembali keluar menjadi pemenang dalam satu putaran  dengan memperoleh 73.874.562 suara (60,80 persen).

Pemilu 2014

Pada Pemilu 2014, suara Demokrat menurun. Kasus korupsi yang menjerat sejumlah kader di partai ini membuat perolehan suaranya turun drastis yaitu 12.728.913 masyarakat (10,19 persen).

Dampaknya, Demokrat kehilangan 87 kursi di Senayan.

Dari partai pemenang pemilu, kini perolehan suara dan kursi Demokrat hanya berada di peringkat empat, di bawah PDI-P, Golkar, dan Gerindra.

Pada kompetisi pilpres, SBY yang sudah menjabat selama dua periode, tak bisa lagi mencalonkan diri.

Demokrat akhirnya memilih tak mengusung pasangan manapun pada Pilpres 2014.

Peran sebagai partai penyeimbang terus dilanjutkan oleh Partai Demorkat selama masa pemerintahan Jokowi-JK.

Pemilu 2019

Pada Pemilu 2019, Demokrat mulai mencari sosok penerus SBY. Putera SBY, Agus Harimurti Yudhoyono mulai terus dimunculkan.

Nama AHY muncul sejak Pilkada DKI 2017. Ia memilih pensiun dini dari karir militer untuk terjun ke politik praktis.

Meski sejak putaran awal kalah dari pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, sorotan media terhadap Pilkada DKI tetap membuat nama AHY melejit.

Pasca Pilkada DKI, kader Demokrat menggadang AHY sebagai calon pemimpin masa depan. Spanduk AHY sebagai "The Next Leader" terpampang di mana-mana.

Peran SBY di Partai Demokrat pelan-pelan dilimpahkan kepada AHY. Terakhir, SBY mengukuhkan AHY sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

SBY juga tak menghadiri pengundian nomor urut di KPU dan menyerahkan panggung tersebut kepada putra sulungnya.

Hasil survei Poltracking Indonesia pada 27 Januari-3 Februari menunjukkan AHY menjadi kandidat calon wakil presiden dengan elektabilitas tertinggi.

AHY mengungguli nama-nama lain, baik saat dipasangkan dengan Joko Widodo maupun Prabowo Subianto.

https://nasional.kompas.com/read/2021/03/01/15142721/jhoni-allen-tuding-sby-hanya-sumbang-rp-100-juta-untuk-pemilu-2004?page=all#page2

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved