Kudeta Parta Demokrat
SBY Dituding Bukan Pendiri Partai Demokrat dan Hanya Sumbang Rp 100 Juta
Jhoni Allen Marbun muncul dalam sebuah video yang menuding Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono
Sejarah
Sejak awal pembentukannya, Partai Demokrat memang ditujukan untuk membawa SBY menjadi presiden.
Dikutip dari demokrat.or.id, Partai Demokrat didirikan atas inisiatif SBY karena terilhami oleh kekalahannya pada pemilihan calon wakil presiden dalam Sidang MPR tahun 2001.
Dari perolehan suara dalam pemilihan cawapres dan hasil poling publik , SBY memiliki popularitas yang cukup tinggi.
Akhirnya, pada tanggal 12 Agustus 2001, diadakan rapat yang dipimpin langsung oleh SBY di Apartemen Hilton. Rapat tersebut membentuk tim pelaksana yang mengadakan pertemuan secara maraton setiap hari.
Tim itu terdiri dari: Vence Rumangkang, Drs. A. Yani Wahid (Alm), Achmad Kurnia, Adhyaksa Dault, Baharuddin Tonti, dan Shirato Syafei.
Pada tanggal 9 September 2001, bertempat di Gedung Graha Pratama Lantai XI, Jakarta Selatan, di hadapan notaris Aswendi Kamuli, SH., 46 dari 99 orang menyatakan bersedia menjadi Pendiri Partai Demokrat dan hadir menandatangani Akte Pendirian.
Sebanyak 53 orang selebihnya tidak hadir, tetapi memberikan surat kuasa kepada Vence Rumangkang.
Subur Budhisantoso dipercaya sebagai ketua umum pertama Partai Demokrat. Sementara posisi Sekjen diserahkan kepada Irsan Tandjung.
Pada tanggal 10 September 2001 pukul 10.00 WIB, Partai Demokrat didaftarkan ke Departemen Kehakiman dan HAM RI.
Pemilu 2004
Cita-cita Demokrat untuk membawa SBY menjadi presiden tercapai dengan mulus.
Pada Pemilihan Legislatif 2004, Demokrat berhasil meraih 8.455.225 suara masyarakat atau 7,45 persen. Suara itu dikonversi menjadi 55 kursi DPR.
Modal itu lalu digunakan untuk mengusung SBY sebagai calon presiden berpasangan dengan Jusuf Kalla.
Demokrat mendapatkan tambahan kekuatan dari Partai Keadilan dan Persatuan Pembangunan dan Partai Bulan Bintang.