Krisis di Myanmar
Makin Panas, Militer Myanmar Serang Massa Anti Kudeta Pakai Pisau
Tensi demo Myanmar makin tegang, usai para pendukung militer menyerang massa anti-kudeta dengan pisau.
Myanmar dilanda kerusuhan sejak militer merebut kekuasaan dalam kudeta pada 1 Februari.
Sejak itu demo Myanmar terjadi di seluruh negeri.
Orang-orang menuntut agar negara yang beribukota di Naypyidaw itu kembali ke sistem demokrasi.
Demo anti- kudeta militer Myanmar membesar di Yangon,
kota terbesar dan pusat bisnis, pada Kamis (25/2/2021).
Baca juga: 17 Orang Tewas Kena Serangan Udara Pertama Joe Biden di Suriah, Ini Sasarannya
Sampai sekarang setidaknya 3 pengunjuk rasa dan 1 polisi tewas,
akibat kerusuhan di demo kudeta Myanmar.
Kudeta militer Myanmar membuat pemimpin de facto Aung San Suu Kyi ditahan dan pemerintahannya digulingkan.
Ia menjadi tahanan rumah dan didakwa atas kepemilikan walkie-talkie ilegal,
serta melanggar UU Bencana Alam Myanmar.
Militer Myanmar merasa benar melakukan kudeta,
karena menuduh ada kecurangan dalam pemilu November tahun lalu,
yang dimenangkan partai Suu Kyi secara telak.
Baca juga: Tiga Artis Ini Ternyata Keturunan Diponegoro, Dapat Kode Rahasia
Sejak militer Myanmar merebut kekuasaan,
mereka juga menangkapi demonstran,
memerintahkan pemutusan internet,
juga melarang penggunaan media sosial termasuk Facebook.
Namun demo Myanmar terus bergulir,
meski militer sudah memperingatkan tak segan membunuh pedemo.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Demo Myanmar Ricuh, Pendukung Militer Serang Pedemo dengan Pisau"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pengunjuk-rasa-anti-kudeta-myanmar-908.jpg)