Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Krisis di Myanmar

Makin Panas, Militer Myanmar Serang Massa Anti Kudeta Pakai Pisau

Tensi demo Myanmar makin tegang, usai para pendukung militer menyerang massa anti-kudeta dengan pisau.

Tayang:
Editor: Alpen Martinus
AP PHOTO
Pengunjuk rasa anti-kudeta mengangkat tangan mereka dengan tangan terkepal selama demonstrasi di dekat Stasiun Kereta Api Mandalay di Mandalay, Myanmar, Senin (22/2/2021). 

Myanmar dilanda kerusuhan sejak militer merebut kekuasaan dalam kudeta pada 1 Februari.

Sejak itu demo Myanmar terjadi di seluruh negeri.

Orang-orang menuntut agar negara yang beribukota di Naypyidaw itu kembali ke sistem demokrasi.

Demo anti- kudeta militer Myanmar membesar di Yangon,

kota terbesar dan pusat bisnis, pada Kamis (25/2/2021).

Baca juga: 17 Orang Tewas Kena Serangan Udara Pertama Joe Biden di Suriah, Ini Sasarannya

Sampai sekarang setidaknya 3 pengunjuk rasa dan 1 polisi tewas,

akibat kerusuhan di demo kudeta Myanmar.

Kudeta militer Myanmar membuat pemimpin de facto Aung San Suu Kyi ditahan dan pemerintahannya digulingkan.

Ia menjadi tahanan rumah dan didakwa atas kepemilikan walkie-talkie ilegal,

serta melanggar UU Bencana Alam Myanmar.

Militer Myanmar merasa benar melakukan kudeta,

karena menuduh ada kecurangan dalam pemilu November tahun lalu,

yang dimenangkan partai Suu Kyi secara telak.

Baca juga: Tiga Artis Ini Ternyata Keturunan Diponegoro, Dapat Kode Rahasia

Sejak militer Myanmar merebut kekuasaan,

mereka juga menangkapi demonstran,

memerintahkan pemutusan internet,

juga melarang penggunaan media sosial termasuk Facebook.

Namun demo Myanmar terus bergulir,

meski militer sudah memperingatkan tak segan membunuh pedemo.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Demo Myanmar Ricuh, Pendukung Militer Serang Pedemo dengan Pisau"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved