Penanganan Covid
Jam Resah Pukul Delapan Malam, 'Gara Gara PPKM kami Sudah Rumahkan Karyawan'
Mustinya pukul delapan malam adalah waktu panen bagi Enda. Tapi kini pukul delapan malam jadi waktu muram.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Mustinya pukul delapan malam adalah waktu panen bagi Enda.
Tapi kini pukul delapan malam jadi waktu muram.
Rumah makan Bakar Rica Paniki yang ia jaga harus tutup di waktu tersebut akibat kebijakan
pembatasan waktu operasional tempat usaha pada pukul delapan malam oleh Pemkot Manado.
Baca juga: Pemuda Asal Singkil Manado Ini Sembunyi di Rumah Neneknya Usai Lakukan Aksi Penikaman
Baca juga: Sosok Iptu Fifin, Polwan yang Bongkar Kasus Penculikan Bocah di Palembang
Baca juga: Sebelum Ditangkap, Perjanjian Nikah Jennifer Jill & Ajun Perwira Berubah: Boleh Party Asal Transfer
"Pukul delapan malam ke atas adalah waktu padat pengunjung. Tapi sayangnya kami harus tutup," beber dia kepada Tribun Manado Senin (22/2/2021) di rumah makan tersebut.
Enda salah satu penjaga rumah makan Bakar Rica Paniki mengatakan,
omzet rumah makannya menurun sejak pembelakuan batas jam delapan malam.
"Omzet kami turun drastis. Lihat saja pegawai kami kurang," kata dia.
Baca juga: New Pajero Sport Mengaspal di Sulut, Harga OTR Manado Mulai Rp 520 Juta
Baca juga: Masih Ingat Irish Bella? Perabotannya Rusak Terendam Banjir, Syok Temukan Makhluk Ini di Rumahnya
Menurut dia, pihaknya terpaksa merumahkan karyawan karena omzet turun.
"Jika mau zonasi akan lebih parah lagi," ujarnya.
Keadaan kurang lebih sama terjadi di rumah makan Bakar Rica pusat di Komo Manado.
Sejumlah tempat usaha di Manado resah dengan pemberlakuan zonasi di Manado.
Baca juga: Saat Rekannya Berguguran Lawan KKB, Dua Anggota Polres Ambon Malah Jadi Penyuplai Senjata di Papua
Baca juga: Mengusir Hewan & Serangga Yang Tak Diinginkan Ada di Dalam Rumah, Ikuti Cara Berikut Ini
Pemgamat ekonomi Robert Winerungan menilai pemberlakuan zonasi lebih banyak mudarat dari manfaatnya.
Covid tak akan hilang sementara ekonomi jatuh.
"Pengalaman di Jakarta PSBB sudah berlangsung beberapa kali namun Covid tetap tinggi," kata dia.
Baca juga: Ini Gejala Covid-19 yang Bisa Bertahan Hingga 6 Bulan di Tubuh Penderita
Baca juga: New Pajero Sport Hadir di Bumi Nyiur Melambai, Lebih Elegan, Mewah dan Makin Tangguh
Sebut dia, tahun ini mustinya berlangsung pemulihan.
Ekonomi diberi stimulus agar bangkit. Era PSBB sudah berlalu.
"Tapi ini malah mau bikin lagi di saat momen pemulihan ekonomi," ujarnya.
Ia menuturkan beban ekonomi usaha sudah sangat berat.
"Mereka yang sewa ruko harus bayar uang sewa. Harus bayar pekerja," kata dia.
Baca juga: Warga Ilomata Meninggal Minum Racun, Polisi Sebut Karena Frustasi
Baca juga: Peringatan Dini Besok Selasa 23 Februari 2021, BMKG: 26 Wilayah Ini Potensi Cuaca Ekstrem
Menurut dia, yang musti digenjot pemerintah adalah sosialisasi 3 M yang kian masif serta pemberlakuan protokol covid 19 di tempat usaha.
Pemerintah mengawasi agar tempat usaha memberlakukan protokol Covid 19.
"Jadi tak usah ditutup, awasi saja sambil beri sosialisasi pola hidup tertib,"kata dia. (art)
Baca juga: Viral Bocah Kampung Bermata Biru, Sang Ibu Sebut Bisa Lihat Sosok Gaib, Ngobrol Sendiri & Tertawa
Baca juga: Laka Maut 8 Orang Muda-mudi Tewas, Avanza vs Bus, Rombongan Tamu Pernikahan, Ini Identitas Korban
Baca juga: Jadwal Serie A Liga Italia Pekan ke-24, Lukaku Pemuncak Top Skor Salip Ronaldo, Inter Milan vs Genoa
YOUTUBE TRIBUN MANADO
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/jalan-pierre-tendean-mulai-ramai.jpg)