Banjir Jakarta
Anies Sebut Banjir Jakarta Kiriman Bogor, Bima Arya Bantah: Tak Bisa Ditangani Saat Musim Hujan Saja
Banjir Jakarta tak serta merta dikaitkan dengan banjir kiriman dari hulu yang merupakan wilayah kerja Pemkot dan Pemkab Bogor
Sejak petang tadi, sebagian titik sudah surut. Sementara beberapa titik lain yang menjadi langganan banjir masih tergenang.
Ketinggian banjir pun bervariatif. Dari ketinggian 40 cm hingga ada yang 4 meter.
Banjir sendiri disebabkan hujan intensitas lebat yang terjadi di Jakarta dan Depok sejak Sabtu dini hari hingga menjelang pagi.
BMKG melalui konferensi pers siang tadi, mewaspadai potensi banjir akibat hujan lebat yang akan mengguyur pada malam hingga dini hari nanti.
"Prediksi kami, hari ini masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Terutama di malam hari yang dapat menerus hingga dini hari dan esok hari menjelang pagi," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi secara virtual, Sabtu (20/2/2021).
Intensitas hujan sedang hingga lebat hampir diprakirakan akan terjadi di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Sementara pada Minggu (21/2/2021), BMKG memprakirakan intensitas hujan akan melemah hingga Senin (22/2/2021).
Karena Banjir Kiriman
Saat meninjau pintu air Manggarai Sabtu (20/2/2021), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut jika aliran air kiriman dari hulu memperparah dampak banjir di Jakarta.
“Air kiriman dari kawasan hulu dan dari kawasan tengah, kawasan hulu itu Bogor, kawasan tengah itu kawasan Depok, itu sekarang sedang perjalanan ke Jakarta,” kata Anies.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan ketika menyambangi permukiman warga RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur (Instagram @aniesbaswedan)
Namun, Pemprov DKI Jakarta telah menyiagakan sejumlah pintu air agar banjir tidak merendam kawasan utama di ibu kota.
Anies juga menambahkan fokus banjjir Jakarta saat ini adalah penyelamatan warga DKI Jakarta yang terdampak banjir.
Sementara itu, Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak melulu menyalahkan kiriman banjir dari wilayah lain.
"Yang terhormat Bapak Gubernur DKI Jakarta untuk kiranya tidak menyalahkan kirman-kiriman banjir dari tempat lain," kata Justin.
Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI, Justin Adrian, menilai status pintu air di Depok dan Bogor masih siaga IV.
Sehingga banjir hari ini menurutnya lebih disebabkan oleh daya resap air di DKI yang buruk.
"Banjir di Jakarta hari ini sepenuhnya disebabkan oleh daya resap DKI Jakarta yang sangat minim," sambungnya.
Justin meminta Gubernur DKI Anies Baswedan menyelesaikan persoalan banjir yang masih terjadi dan Pemprov DKI perlu melakukan kebijakan lebih banyak lagi untuk mengatasi banjir.
"Banyak sekali PR-PR yang belum diselesaikan jadi bukan hanya warga saja, tapi permasalahan utama dari DKI Jakarta salah satunya banjir ini masih banyak yang harus dikerjakan," tutupnya.
Update Banjir Hari Ini
Update banjir Jakarta hari ini, Minggu (21/2/2021), BPBD DKI Jakarta melaporkan kondisi sejumlah pintu air pascabanjir besar di DKI, Sabtu (20/2/2021) kemarin.
Dikutip dari laman resmi @BPBDJakarta, Minggu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan ketinggian air di Pintu Air Angke Hulu hingga Minggu dini hari pukul 00.00 WIB masih berstatus Awas dengan level Siaga I.
Pembaruan informasi dari BPBD DKI Jakarta yang disampaikan melalui akun Twitternya, Minggu, dipantau dari Jakarta, menyebutkan ketinggian air di Angke Hulu hingga Minggu dini hari mencapai 365 sentimeter, dengan cuaca mendung.
Video: Warga Berduyun-duyun Nonton Banjir Berkerumun di Kawasan Jembatan Angke Karang Tengah
Kondisi di Angke Hulu ini belum berubah sejak pembaruan terakhir pada Sabtu (20/2) malam pukul 21.00 WIB.
Sedangkan, kondisi Pintu Air Sunter Hulu berada di level Siaga 2 dengan tinggi air 240 sentimeter dan cuaca mendung.
Sementara Pintu Air Karet yang semula Siaga 2 turun ke Siaga 3 dengan ketinggian air 550 sentimeter dan cuaca mendung.
Namun, Pintu Air Pasar Ikan yang semula berstatus Siaga 4, mengalami kenaikan tinggi muka air menjadi 184 sentimeter sehingga menjadi berstatus Siaga 3.
Kondisi itu masih bertahan hingga Minggu pukul 03.00 WIB.
Berikut ini ketinggian Pintu Air menurut BPBD DKI Jakarta hingga Minggu (21/2) pukul 03.00 WIB:
Siaga 1 atau awas: Angke Hulu.
Siaga 2 atau siaga: Sunter Hulu.
Siaga 3 atau waspada: Manggarai, Pasar Ikan, Karet.
Siaga 4 atau normal: Katulampa, Depok, Krukut Hulu, Pesanggrahan, Waduk Pluit, Cipinang Hulu, Pulo Gadung.
Sebelumnya, akibat hujan deras yang mengguyur Jabodetabek pada Jumat (19/2) malam hingga Sabtu (20/2) pagi menyebabkan sejumlah titik banjir di DKI Jakarta, Tangerang dan Bekasi.
Bahkan, banjir pun terjadi di sejumlah kawasan elite seperti di Kemang, Semanggi, hingga Sudirman, Jakarta Pusat
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Wali Kota Bogor Bima Arya Bantah Anies: Banjir Jakarta Tak Bisa Ditangani Saat Musim Hujan Saja!