Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Banjir Jakarta

Anies Sebut Banjir Jakarta Kiriman Bogor, Bima Arya Bantah: Tak Bisa Ditangani Saat Musim Hujan Saja

Banjir Jakarta tak serta merta dikaitkan dengan banjir kiriman dari hulu yang merupakan wilayah kerja Pemkot dan Pemkab Bogor

Editor: Finneke Wolajan
Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor Bima Arya 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Banjir Jakarta tidak bisa ditangani saat musim hujan saja, demikian pernyataan Wali Kota Bogor Bima Arya.

Bima Arya menyatakan banyak faktor yang menyebabkan Banjir Jakarta.

Banjir Jakarta tak serta merta dikaitkan dengan banjir kiriman dari hulu yang merupakan wilayah kerja Pemkot dan Pemkab Bogor.

Selama dua hari terakhir ini, sejumlah wilayah DKI Jakarta terendam banjir

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga sempat mengatakan banjir itu kiriman dari hulu. Akan tetapi menurut Wali Kota Bogor Bima Arya, banyak hal yang menjadi penyebab Banjir Jakarta.

Wali Kota Bogor <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/bima-arya' title='Bima Arya'>Bima Arya</a> Bantah Anies: <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/banjir-jakarta' title='Banjir Jakarta'>Banjir Jakarta</a> Tak Bisa Ditangani Saat Musim Hujan Saja!
Hari Ini, Senin (15/6/2020), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Bogor. Ditemani Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Wali Kota Bogor Bima Arya, Kepala BPTJ Polana Pramesti dan Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti. (Dok PPID DKI Jakarta)

“Penyebab banjir di Jakarta banyak hal ya. Betul ada yang dari hulu. Catatannya, di Katulampa itu paling tinggi Siaga 3. Jakarta biasa banjir di Siaga 1.  Kalau di Katulampa Siaga 3 itu sudah banjir Jakarta, berarti volume Jakarta sudah tinggi,” tutur Bima Arya

Bima menjelaskan, bicara tentang hulu sungai bukan soal banjir itu kiriman dari Puncak atau Bogor.

Tapi bagaimana semua pihak yang berkepentingan menjaga daerah aliran sungai (DAS) sungai-sungai besar yang berhilir di Jakarta. 

Bima mengaku sempat menyurati Anies terkait nasib Kali Ciliwung.

“Saya sudah surati gubernur, Ekspedisi Ciliwung (yang dilakukan Pemkot Bogor dan Pemkab Bogor) harus jadi perhatian bersama. Misalnya seperti perumahan liar yang membuat badan sungai menyempit, banyak limbah yang bisa seenaknya dibuang ke sungai,”ungkapnya. 

Menurut Bima, persoalan banjir tidak bisa ditangani saat musim hujan saja.

Banjir di Jakarta harus ditangani secara terintegrasi semua pihak.

Menurutnya penyelesaian permasalahan banjir tidak bisa dilaksanakan secara dadakan.

"Jadi persoalan banjir tidak bisa dadakan, tidak bisa ditangani ketika musim hujan saja, harus intergrasi semua dari hulu ke hilir. Itu persoalannya," tuturnya.

Bima optimis persoalan banjir tidak bisa dihadapi sendiri, namun ditangani bersama, baik pemerintah pusat dan daerah.

Ada 53 titik <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/banjir' title='banjir'>banjir</a> di Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Minggu (21/2/2021).
Ada 53 titik banjir di Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Minggu (21/2/2021). (Wartakotalive.com/Desy Selviany)

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, banjir yang melanda sejumlah lokasi di Ibu Kota, Sabtu (20/2/2021) merupakan dampak air kiriman dari Depok, Jawa Barat, yang masuk Jakarta melalui Kali Krukut.

Hal itu disampaikan Anies Baswedan kepada wartawan usai memantau banjir di kawasan Jalan Sudirman, dekat Pintu Air Sudirman Atmaja, Jakarta Pusat, Sabtu sore sebagaimana dikutip dari https://ppid.jakarta.go.id.

Dalam beberapa kesempatan Anies Baswedan juga mengungkapkan banjir disebabkan kiriman dari Puncak dan  Bogor.

Anies Baswedan menyatakan, penyebab banjir di sisi Jalan Sudirman dikarenakan luapan dari Kali Krukut.

Aliran Kali Krukut juga meluap di Jalan Kemang Raya, Jalan Widya Chandra, serta Jalan Tendean.

Menurut Anies, Kali Krukut meluap karena mengalami penambahan debit air dari hujan lokal dari kawasan Depok, Jawa Barat.

“Di hulunya terjadi curah hujan yang sangat tinggi tercatat 136 mm/hari. Kemudian lintas airnya melewati dua sungai, satu Kali Mampang dan dua Kali Krukut. Kedua aliran kali itu bertemu di belakang LIPI. Lalu mengalir ke Sudirman. Jadi saat ini adalah dampak dari air kiriman dari kawasan tengah sekitar Depok,” ujar Anies.

“Biasanya kalau hujannya di pegunungan (daerah Bogor) airnya akan lewat Kali Ciliwung, tapi kalau terjadinya hujan deras di kawasan tengah (sekitar Depok) maka lewat ke sungai aliran tengah, yakni kali Krukut ini,” tambahnya.

Anies megatakan, saat ini seluruh jajaran Pemprov DKI telah melakukan upaya untuk membersihkan sampah di aliran sungai.

Perahu karet jadi sarana utama jemput dan antar warga di kawasan Kemang saat dilanda <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/banjir' title='banjir'>banjir</a> parah Sabtu.
Perahu karet jadi sarana utama jemput dan antar warga di kawasan Kemang saat dilanda banjir parah Sabtu. (Tribunnews)

Pemprov juga mengerahkan pompa mobile baik di kawasan Sudirman maupun di Kemang yang menjadi aliran Kali Krukut untuk selanjutnya dialirkan ke Kanal Banjir Barat (KBB).

Namun, pemompaan itu harus menunggu karena KBB masih menampung air kiriman dari daerah hulu.

“Sesudah ini air akan mengalir ke Kanal Banjir Barat. Kanal Banjir Barat permukaan airnya masih tinggi. Karena air dari Sungai Ciliwung masih mengalir masuk ke kota.  Jadi saat ini memang Jakarta sore ini, masih menerima aliran dari kawasan Selatan. Itu Depok maupun Puncak. Kalau itu sudah reda insya Allah lebih terkendali,” kata Anies.

Parahnya banjir di Jakarta pada Sabtu (20/2/2021), memicu pro kontra, terutama terkait penyebabnya.

Banjir di Jakarta hari itu parah karena tidak segera surut.

Padahal Pemprov DKI mentargetkan banjir dan genangan di Jakarta akan surut dalam tempo 6 jam.

Banjir dengan ketinggian 50 sentimeter yang merendam Terowongan Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (20/2/2021).
Banjir dengan ketinggian 50 sentimeter yang merendam Terowongan Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (20/2/2021). (Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan)

Saat meninjau Pintu Air Manggarai hari itu, Gubernur Anies Baswedan mengatakan bahwa banjir kiriman dari Bogor dan Depok menjadi salah satu penyebabnya.

Sementara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa banjir di Jakarta tak segera surut dikarenakan adanya asumsi yang salah soal air hujan.

"Kalau bicara banjir Jakarta, karena asumsi yang salah bahwa air itu akan masuk ke bumi," kata Hasto dalam diskusi virtual bertajuk Politik Hijau PDIP di akun Youtube PDIP, Sabtu (20/2/2021).  

Asumsi itu dikatakan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat kampanye Pilgub DKI lalu terkait penanganan banjir Jakarta.

Saat itu Anies mengatakan, penanganan banjir Jakarta harus dilakukan dengan memastikan air meresap ke dalam tanah, bukan mengalirkan air ke laut.

Anies kala itu menyebut asumsinya terjadi di seluruh dunia, bukan hanya di Jakarta.

Menurut Hasto, penanganan banjir di Jakarta dikarenakan persoalan manajemen, tata ruang, dan keberanian mengambil keputusan.

Belajar dari yang terjadi di Jakarta, imbuh Hasto, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri meminta jajaran partai sering bertemu dengan BMKG untuk mendapatkan orientasi menyeluruh terkait perubahan iklim.

Pertemuan dengan BMKG ini akan memunculkan kesadaran terkait perubahan iklim, dampaknya terhadap kenaikan muka air laut, sehingga akan memengaruhi cara pandang politik tata ruang dan politik pertanian.

"Maka terbangun suatu kultur untuk merawat lingkungan dengan baik," ucapnya.

Seharian ini Jakarta dilanda banjir di berbagai titik. Setidaknya terdapat 26 titik banjir yang tercatat pada pagi tadi.

Sejak petang tadi, sebagian titik sudah surut. Sementara beberapa titik lain yang menjadi langganan banjir masih tergenang.

Ketinggian banjir pun bervariatif. Dari ketinggian 40 cm hingga ada yang 4 meter.

Banjir sendiri disebabkan hujan intensitas lebat yang terjadi di Jakarta dan Depok sejak Sabtu dini hari hingga menjelang pagi.

BMKG melalui konferensi pers siang tadi, mewaspadai potensi banjir akibat hujan lebat yang akan mengguyur pada malam hingga dini hari nanti.

"Prediksi kami, hari ini masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Terutama di malam hari yang dapat menerus hingga dini hari dan esok hari menjelang pagi," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi secara virtual, Sabtu (20/2/2021).

Intensitas hujan sedang hingga lebat hampir diprakirakan akan terjadi di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Sementara pada Minggu (21/2/2021), BMKG memprakirakan intensitas hujan akan melemah hingga Senin (22/2/2021).

Karena Banjir Kiriman

Saat meninjau pintu air Manggarai Sabtu (20/2/2021), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut jika aliran air kiriman dari hulu memperparah dampak banjir di Jakarta.

“Air kiriman dari kawasan hulu dan dari kawasan tengah, kawasan hulu itu Bogor, kawasan tengah itu kawasan Depok, itu sekarang sedang perjalanan ke Jakarta,” kata Anies.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan ketika menyambangi permukiman warga RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan ketika menyambangi permukiman warga RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur (Instagram @aniesbaswedan)

Namun, Pemprov DKI Jakarta telah menyiagakan sejumlah pintu air agar banjir tidak merendam kawasan utama di ibu kota.

Anies juga menambahkan fokus banjjir Jakarta saat ini adalah penyelamatan warga DKI Jakarta yang terdampak banjir.

Sementara itu, Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak melulu menyalahkan kiriman banjir dari wilayah lain.

"Yang terhormat Bapak Gubernur DKI Jakarta untuk kiranya tidak menyalahkan kirman-kiriman banjir dari tempat lain," kata Justin.

Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI, Justin Adrian, menilai status pintu air di Depok dan Bogor masih siaga IV.  

Sehingga banjir hari ini menurutnya lebih disebabkan oleh daya resap air di DKI yang buruk.

"Banjir di Jakarta hari ini sepenuhnya disebabkan oleh daya resap DKI Jakarta yang sangat minim," sambungnya.

Justin meminta Gubernur DKI Anies Baswedan menyelesaikan persoalan banjir yang masih terjadi dan Pemprov DKI perlu melakukan kebijakan lebih banyak lagi untuk mengatasi banjir.

"Banyak sekali PR-PR yang belum diselesaikan jadi bukan hanya warga saja, tapi permasalahan utama dari DKI Jakarta salah satunya banjir ini masih banyak yang harus dikerjakan," tutupnya.

Update Banjir Hari Ini

Update banjir Jakarta hari ini, Minggu (21/2/2021), BPBD DKI Jakarta melaporkan kondisi sejumlah pintu air pascabanjir besar di DKI, Sabtu (20/2/2021) kemarin.

Dikutip dari laman resmi @BPBDJakarta, Minggu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan ketinggian air di Pintu Air Angke Hulu hingga Minggu dini hari pukul 00.00 WIB masih berstatus Awas dengan level Siaga I.

Pembaruan informasi dari BPBD DKI Jakarta yang disampaikan melalui akun Twitternya, Minggu, dipantau dari Jakarta, menyebutkan ketinggian air di Angke Hulu hingga Minggu dini hari mencapai 365 sentimeter, dengan cuaca mendung.

Video: Warga Berduyun-duyun Nonton Banjir Berkerumun di Kawasan Jembatan Angke Karang Tengah

Kondisi di Angke Hulu ini belum berubah sejak pembaruan terakhir pada Sabtu (20/2) malam pukul 21.00 WIB.

Sedangkan, kondisi Pintu Air Sunter Hulu berada di level Siaga 2 dengan tinggi air 240 sentimeter dan cuaca mendung.

Sementara Pintu Air Karet yang semula Siaga 2 turun ke Siaga 3 dengan ketinggian air 550 sentimeter dan cuaca mendung.

Namun, Pintu Air Pasar Ikan yang semula berstatus Siaga 4, mengalami kenaikan tinggi muka air menjadi 184 sentimeter sehingga menjadi berstatus Siaga 3.

Kondisi itu masih bertahan hingga Minggu pukul 03.00 WIB.

Berikut ini ketinggian Pintu Air menurut BPBD DKI Jakarta hingga Minggu (21/2) pukul 03.00 WIB:

Siaga 1 atau awas: Angke Hulu.

Siaga 2 atau siaga: Sunter Hulu.

Siaga 3 atau waspada: Manggarai, Pasar Ikan, Karet.

Siaga 4 atau normal: Katulampa, Depok, Krukut Hulu, Pesanggrahan, Waduk Pluit, Cipinang Hulu, Pulo Gadung.

Sebelumnya, akibat hujan deras yang mengguyur Jabodetabek pada Jumat (19/2) malam hingga Sabtu (20/2) pagi menyebabkan sejumlah titik banjir di DKI Jakarta, Tangerang dan Bekasi.

Bahkan, banjir pun terjadi di sejumlah kawasan elite seperti di Kemang, Semanggi, hingga Sudirman, Jakarta Pusat

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anies: Banjir di Jakarta Dampak Air Kiriman dari Depok", Klik untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2021/02/20/21265461/anies-banjir-di-jakarta-dampak-air-kiriman-dari-depok.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Wali Kota Bogor Bima Arya Bantah Anies: Banjir Jakarta Tak Bisa Ditangani Saat Musim Hujan Saja!

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved