Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penanganan Covid

25 Kasus Covid-19 Tercatat Pada 18 Februari, Manado Sumbang 12 Kasus

Pada Kamis (18/2/2021) terjadi pertambahan 25 kasus Covid 19 di Provinsi Sulut

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Arthur Rompis
vaksinasi covid-19 di Manado 

Para peneliti di University of Chicago membuat permodelan yang menggabungkan tes antibodi di New York City dari Maret hingga April 2020,

kasus-kasus yang tercatat dari Maret hingga Juni serta adanya perubahan dalam kapasitas pengujian New York dalam rentang waktu tersebut.

Hasilnya disebutkan hanya 13 persen hingga 18 persen kasus positif Covid-19 yang bergejala.

"Ada banyak orang tanpa gejala, jauh lebih besar dari yang diasumsikan banyak penelitian," Rahul Subramanian, salah satu penulis penelitian dikutip dari Business Insider (13/2/2021).

Baca juga: Masih Ingat, Aulia Kesuma Yang Bunuh Suami dan Anak Tirinya?

Baca juga: Amanda Manopo Kini Sering Pamer Foto saat Pakai Hijab, Ada Apa?

Sulit dideteksi Infeksi asimptomatik termasuk sulit dikenali dan dikuantifikasi karena seseorang cenderung merasa baik-baik saja.

Perkiraan tim ini lebih tinggi dibanding penelitian yang lain karena mungkin menggunakan definisi lebih luas dari kasus tanpa gejala,

yakni termasuk orang yang gejalanya sangat ringan yang menyebabkan seseorang itu tidak pernah melakukan pemeriksaan kesehatan.

Baca juga: Kronologi Wanita Pembunuh Suami dan Anak Tiri, Aulia Kesuma Kini Divonis Hukuman Mati

Baca juga: Pemkab Bolmong dan Polres Gelar Pisah Sambut Kapolres

Kasus non gejala

Para peneliti saat ini memperkirakan nilai reproduksi virus berada di antara 2 dan 3 yang berarti satu orang yang sakit bisa menginfeksi rata-rata dua hingga tiga orang lain.

Namun jika model Subramanian benar, itu berarti virus lebih mudah menyebar dari orang ke orang.

Dari skenario yang menurutnya mungkin, Subramanian menilai infeksi non gejala bertanggung jawab atas setidaknya 50 persen penularan virus corona.

Karena itulah dirinya mengingatkan untuk tidak meremehkan ancaman penularan tanpa gejala dan mewaspadai varian baru.

"Ketika Anda memiliki varian baru Covid-19, jika angka reproduksinya lebih tinggi, itu berarti virus tersebut akan dapat menyebar meski lebih sedikit orang yang rentan," kata Subramanian.

Baca juga: FAKTA Kabar Nissa dan Ayus Sabyan Selingkuh, Ada Bukti Video hingga Mengaku Saling Cinta

Baca juga: Siapa Komjen Rycko Amelza Dahniel? Ditunjuk Kapolri Jadi Kalemdiklat Baru, Lulusan Terbaik Akpol 88

Tes Covid-19

Sekarang, lebih dari sebelumnya, dia mengingatkan penting untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin kasus asimtomatik untuk memperlambat penularan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved