Breaking News:

Nasional

Prabowo Inginkan Modernisasi Alutsista TNI dan Penegakan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta

ia juga memperingatkan perna dan fungsi masing-masing institusi pertahanan.

Editor: Isvara Savitri
Tribunnews.com/Biro Humas Setjen Kemhan
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menargetkan jumlah prajurit komponen cadangan yang direkrut bisa mencapai 35 batalyon. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Selasa (16/2/2021) Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto memberikan pembekalan di Rapat Pimpinan (Rapim) TNI 2021.

Dalam Rapim yang diadakan di Mabes TNI Cilangkap ini Prabowo membahas soal program modernisasi alutsista TNI.

Modernisasi juga mencakup reengineering, perbaikan, dan refurbish untuk menyempurnakan alutsista TNI.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Achmad Riad usai Rapim.

Riad mengatakan Prabowo juga mengingatkan fungsi dan peran masing-masing instansi pertahanan.


Menteri Pertahanan Prabowo Subianto didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Tahun 2021 di Mabes TNI Cilangkap pada Selasa (16/2/2021). (Biro Humas Setjen Kemhan)

"Beliau menyampaikan beberapa terkait dengan masalah pertimbangan geopolitik dalam pengadaan alutsista ke depan. Jadi beliau menyampaikan beberapa program ke depan yang diharapkan untuk memodernisasi, kemudian juga utk menyempurnakan kembali, melaksanakan reengineering, melaksanakan perbaikan, refurbish, berbagai alutsista yang ada di TNI saat ini," kata Riad.

Prabowo mengatakan Kementerian Pertahanan melaksanakan tugas pembangunan kekuatan, TNI melaksanakan penggunaan kekuatan, dan Kepala Staf Angkatan melaksanakan pembinaan kekuatan.

Ia berharap berbagai peralatan tempur maupun alutsista yang nantinya akan diprogramkan bisa digunakan sesuai dengan tugasnya masing-masing.

"Beliau juga mengingatkan ke depan diharapkan berbagai peralatan alat tempur tersebut juga bisa diproduksi di dalam negeri supaya kita tidak tergantung. Dan diharapkan kita juga melaksanakan TOT (transfer of technology) dan diharapkan kekuatan Indonesia ke depan juga cukup diperhitungkan di wilayah regional maupun wilayah internasional khususnya," kata Riad.

Baca juga: AS Jual Peralatan Militer ke Israel untuk Pertama Kalinya, Jet F-35 Berhasil Terjual

Baca juga: Pemerintah China Persulit Proses Perceraian, Masyarakat Berbondong-bondong Ajukan Gugatan

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved