Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Internasional

AS Jual Peralatan Militer ke Israel untuk Pertama Kalinya, Jet F-35 Berhasil Terjual

Karena penjualan membutuhkan proses yang panjang, diperkirakan perjanjian kedua negara dilakukan di era Donald Trump.

Editor: Isvara Savitri
Reuters/Ammar Awad
ILUSTRASI. Komite kementerian Israel menyetujui pembelian jet baru, pesawat terbang dan amunisi dari perusahaan AS. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JERUSALEM - Di bawah pemerintahan Joe Biden, Amerika Serikat (AS) akan menjual alat-alat militer ke Israel untuk pertama kalinya.

Seorang pejabat Israel mengatakan Komite Kementerian Israel menyetujui pembelian jet baru, pesawat terbang, dan amunisi dari perusahaan AS.

Kesepakatan tersebut kabarnya bernilai miliaran dolar.

"Sebuah komite pengadaan kementerian telah menyetujui pembelian satu skuadron F-35 baru, empat pesawat pengisian bahan bakar baru, dan sejumlah besar amunisi," kata pejabat itu tanpa menyebut nama kepada Reuters, Selasa (16/2/2021).

Karena penjualan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk diproses, asal mula kesepakatan kemungkinan berasal dari Pemerintahan Trump.

Ilustrasi Jet Tempur Siluman Angkatan Udara AS
Ilustrasi Jet Tempur Siluman Angkatan Udara AS (Istimewa)

Israel telah mempertimbangkan pembelian pesawat pengisian bahan bakar KC-46 yang dibuat oleh Boeing Co selama beberapa waktu juga telah mengincar skuadron tambahan 24 atau 25 F-35, yang dibuat oleh Lockheed Martin.

Melansir Reuters, Pemerintahan Biden untuk sementara menghentikan beberapa penjualan senjata yang tertunda ke sekutu AS seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk melakukan peninjauan kembali.

Meskipun Israel telah menyetujui pembelian tersebut, Kongres AS memerlukan pemberitahuan penjualan senjata utama sebelum kontrak dapat ditandatangani.

Baca juga: Hilang Selama 1 Tahun dari Publik, Ini Penampakkan Istri Kim Jong Un Sekarang

Hubungan Amerika Serikat dan Israel kabarnya memanas, ini penyebabnya

Foto dokumentasi ini memperlihatkan jet-jet Israel terbang dalam misi tempur. Berulang-ulang, dan sudah sering diprotes, Israel menggunakan wilayah udara Lebanon untuk menyerang wilayah Suriah.
Foto dokumentasi ini memperlihatkan jet-jet Israel terbang dalam misi tempur. Berulang-ulang, dan sudah sering diprotes, Israel menggunakan wilayah udara Lebanon untuk menyerang wilayah Suriah. (Israel Defence Force)

Memanas. Amerika Serikat (AS) menuduh Israel melanggar kebebasan udara dan menciptakan krisis, menyusul penutupan perbatasan Israel karena pandemi virus corona baru. 

Washington pun mengancam, jika pesawat AS tidak diizinkan melakukan penerbangan darurat ke Israel, maka kapal terbang Israel juga tidak akan bisa mendarat di AS, situs berita N12 melaporkan.

Hanya, sumber The Jerusalem Post di Kementerian Luar Negeri Israel membantah laporan itu dan mengatakan, tidak ada ancaman dari AS tersebut.

Baca juga: SINOPSIS Ikatan Cinta Rabu 17 Februari 2021: Elsa Semakin Berkelit, Andin Meleleh Lihat Kegigihan Al

Meski begitu, menurut sumber The Jerusalem Post di Pemerintah Israel, pekan lalu Departemen Perhubungan AS secara resmi mengajukan keluhan kepada Israel, setelah hanya El Al yang mendapat pengecualian untuk terus terbang ke Israel meskipun perbatasan ditutup.

El Al, maskapai Israel, mengantongi izin dari Otoritas Penerbangan Sipil Israel untuk mengoperasikan penerbangan darurat serta penerbangan ke Dubai.

Sedang Israir mengoperasikan penerbangan ke Frankfurt.

Baca juga: Pemerintah China Persulit Proses Perceraian, Masyarakat Berbondong-bondong Ajukan Gugatan

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved