Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona

Peneliti Temukan Varian Virus Corona Baru yang Lebih Lincah, Vaksin Jadi Lumpuh

Salah satu dari varian virus corona terbaru ditemukan di Inggris, yang dinamai varian B1525.

Editor: muhammad irham
Tribunnews
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Virus corona terus bermutasi. Beberapa bulan terakhir, peneliti menemukan banyak varian virus corona.

Salah satu dari varian virus corona terbaru ditemukan di Inggris, yang dinamai varian B1525.

Dilansir dari The Guardian, Senin (15/2/2021), peneliti menemukan 32 kasus B1525 di Inggris, juga kasus serupa dengan varian serupa di negara-negara lain termasuk Denmark, AS dan Australia.

Para ahli tersebut menyatakan bahwa varian virus ini berpotensi mengkhawatirkan.

Varian B1525 pertama kali dilaporkan oleh para peneliti dari University of Edinburgh.

Mereka mendeteksi melalui metode sekuensing genom di 10 negara termasuk Denmark, AS dan Australia, dengan 32 kasus ditemukan di Inggris sejauh ini.

Sekuensing paling awal dilakukan pada Desember 2020, di wilayah Inggris dan Nigeria.

Kesamaan genom Tim peneliti menyebutkan bahwa varian baru ini memiliki kesamaan genom dengan varian Kent atau B117.

Yang menjadi kekhawatiran peneliti, varian baru ini mengandung mutasi E484K, yang dapat mengakibatkan lonjakan protein, sehingga membantu virus memasuki sel.

Adapun mutasi E484K ini muncul di Afrika Selatan dan Brasil, yang dianggap dapat membuat virus lebih mampu menghindari antibodi penetral yang diproduksi oleh tubuh.

Seorang profesor mikrobiologi sel di University of Reading, Dr Simon Clarke mengatakan bahwa efek banyaknya sebaran mutasi E484K masih belum jelas.

Baik mengenai mutasi kemampuan virus untuk menginfeksi, tingkat keparahan penyakit, atau resistensi pada mutasi E484K.

“Kami belum tahu bagaimana varian (baru) ini akan menyebar, namun jika berhasil dapat diduga kekebalan dari vaksin atau infeksi sebelumnya akan tumpul,” kata Simon, mengutip The Guardian, Senin (15/2/2021).

Kesamaan genom Tim peneliti menyebutkan bahwa varian baru ini memiliki kesamaan genom dengan varian Kent atau B117.

Yang menjadi kekhawatiran peneliti, varian baru ini mengandung mutasi E484K, yang dapat mengakibatkan lonjakan protein, sehingga membantu virus memasuki sel.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved