Berita Populer
POPULER Manado: Jenazah Sarundajang Disambut Isak Tangis | Wanita Cantik Ini Sulit Lupakan Sinyo
Tangis keluarga pecah. Istri Deetje Tambuwun, Vanda, Eva menangis meraung raung. Ivan coba tegar tapi air mata tetap jebol juga.
Ia akhirnya masuk di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri ( STPDN ) hingga menjadi seorang ASN tak lepas dari peran Sarundajang.
"Waktu itu tahun 1997. Sesusai ujian sekolah (dulu Ebtanas), saya ditanya Pak Sarundajang. Waktu itu, ia Wali kota Bitung," cerita mantan Kadis Pariwisata Kota Bitung ini kepada tribunmanado.co.id, Minggu (14/2/2021).
"Mau lanjut kuliah dimana? Saya jawab mau masuk kedokteran atau teknik sipil," tambah Orin, sapaannya.k
Sontak Sarundajang mengusulkan agar Orin melanjutkan ke STPDN.
Sebagai seorang pemimpin yang ingin punya generasi penerus yang berprestasi, Sarundajang menjelaskan alasannya menyodorkan Orin masuk ke STPDN.
"Waktu itu saya ingat sekali. Ia bilang. Masuk di STPD agar suatu saat bisa gantikan dia menjadi Wali Kota Bitung," katanya.
Pembicaraan antara Orin dan mendiang Sarundajang kala itu berlangsung di Kantor Wali Kota Bitung di Jalan Sam Ratulangi, Bitung.
Tawaran mendiang Sarundajang ke Orin untuk masuk STPDN akhirnya diikuti.
Lanjut Orin bercerita, tawaran dari Wali kota Bitung Sarundajang agar masuk STPDN karena sosok Orin sudah sebagai siswa berprestasi di bidang menyanyi,
organisasi dan seni sejak masih sekolah.
Orin kerap menjadi langganan Kota Bitung diutus ke tingkat provinsi, nasional hingga internasional.
Tak berhenti sampai di situ, Orin dan mentornya kembali bertemu di kampus STPDN Jatinagor.
Kala itu mendiang Sarundajang sebagai Irjen Departemen Dalam Negeri (Depdageri), memberikan kuliah umum di STPDN.
Bersama siswa STPDN utusan Sulut, Sarundajang banyak memberikan wejangan dan motivasi serta semangat.
"Beliaulah yang memperkenalkan saya dengan STPDN. Berkat dukuan orang tua dan nilai yang bagus saat bersekolah, bisa lulus di STPDN dan menjadi ASN. Saya dan keluarga sangat berterima kasih kepada beliau," kata dia.