Breaking News:

Sarundajang Meninggal

Damaikan Konflik, Pemuda Maluku Utara, Ucapkan Terima Kasih kepada Sinyo Harry Sarundajang 

Berpulangnya Sinyo Harry Sarundajang (SHS) disambut dukacita bagi masyarakat Maluku Utara

Penulis: Nielton Durado | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Suasana di rumah duka Sinyo Harry Sarundajang 

Melalui Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk kedua kali.

Sarundajang terpilih sebagai Gubernur Sulut masa bakti 2010-2015 dengan Wagub Djouhari Kansil.

Sedangkan Ketua DPRD dijabat oleh Pdt Mieva Salindeho.

Dibantu wakil ketua masing-masing Jody Watung, Sus Pangemanan dan Arthur Kotambunan.

Sedangkan Sekkab dipegang Plt Sekda Siswa Rachmat Mokodongan.

Lalu dipegang Robby J Mamuaja hingga 7 Maret 2011.

Dan dilanjutkan lagi oleh Ir Siswa Rachmat Mokodongan.

Selama hampir sepuluh tahun memimpin Sulut banyak sudah prestasi yang ditorehkan Sarundajang. 

Di antaranya mampu menggelar beberapa event bertaraf internasional. 

Misalnya, Word Ocean Conference (WOC), Sail Bunaken, CTI Summit dan beberapa event skala internasional dan nasional lainnya.

Prestasi lainnya beberapa kali Pemerintah Provinsi Sulut mendapatkan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dan hingga saat ini slogan pemerintahan yang diusung yaitu, membangun tanpa korupsi belum tersandung satupun kasus.

Setelah selesai mengemban tugas sebagai Gubernur Sulut.

SHS dipercayakan Presiden Joko Widodo sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Filipina merangkap Kepulauan Marshall dan Palau pada Februari 2018.

SHS merupakan Birokrat pada Departemen Dalam Negeri yang pernah ditunjuk menjadi Penjabat Gubernur di 2 provinsi yaitu Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Tokoh Perdamaian 

Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kini dirundung duka. 

Pasalnya Bumi Nyiur Melambai, kehilangan salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam perkembangan Sulut.

Yakni Sinyo Harry Sarundajang atau kerap disapa SHS

Diketahui SHS juga menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Filipina merangkap Kepulauan Marshall dan Palau.

Baca juga: Kecelakaan Maut Tadi Siang, Seorang Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Vixion, Pengendara Kurang Hati-hati

Baca juga: Kotamobagu hingga Bolsel Mekar di Kepemimpinan Sinyo Harry Sarundajang 

Ia juga merupakan mantan Gubernur Sulawesi Utara ke-12 yang menjabat selama dua periode sejak 2005 hingga 2015.

Selain cakap dalam dunia birokrasi dan politik, SHS juga dikenal sebagai tokoh Sulut yang sangat berprestasi.

Karena prestasinya tersebut, ia bahkan memiliki sekitar 51 penghargaan (Sumber Wikipedia), baik dari Kementerian hingga Presiden

SHS tak hanya dikenal sebagai tokoh berprestasi dan pintar namun juga tokoh yang menjunjung tinggi toleransi baik antar suku hingga agama. 

Sarundajang bahkan menerima penghargaan sebagai tokoh perdamaian Maluku dan Maluku Utara.

Karena berhasil menyelesaikan konflik di sana. 

Suasana di rumah duka Sinyo Harry Sarundajang
Suasana di rumah duka Sinyo Harry Sarundajang (Tribun manado / Arthur Rompis)

Karir birokrat yang matang dengan segudang prestasi dan pengalaman membuat SHS berkontribusi besar atas kemajuan Sulut selama menjabat.

Bahkan tanpa perjuangan SHS Sulut, tak mungkin mendapat sorotan dunia dan melaksakan event akbar World Ocean Conference (WOC) pada tahun 2009.

Kini SHS telah berpulang dan sumbangsi pemikiran serta pembangunan yang dilakukan akan menjadi landasan para generasi muda untuk membawah Sulawesi Utara lebih baik lagi. Selamat jalan SHS. (Nie)

Baca juga: Ini Penyebab PKB Masukan Nama Raffi Ahmad Dalam Bursa Calon Gubernur DKI Jakarta

Baca juga: Militer Myanmar Tangkap 320 Aktivis Antikudeta, Seorang Dokter Jadi Target

Baca juga: BREAKING NEWS: Kapolres Bitung yang Baru AKBP Indra Pramana Disambut Jajaran

YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved