Maaher At Thuwailibi Meninggal
Novel Baswedan Dipolisikan Karena Cuitan Soal Meninggalnya Maaher At Thuwailibi
Novel Baswedan dilaporkan PPMK terkait dengan cuitannya atas meninggalnya Maaher At Thuwailibi
TRIBUNMANADO.CO.ID - Novel Baswedan harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pasalnya penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut dipolisikan oleh Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas (PPMK).
Dimana laporan polisi terhadap Novel Baswedan terkait dengan cuitannya di Twiter atas meninggalnya Maaher At Thuwailibi.
Dilansir dari Tribunnews.com. dalam laporan tersebut, PPMK menuding Novel Baswedan telah melakukan penyebaran ujaran berita bohong (hoak) dan provokasi melalui media sosial.
Khususnya terkait kematian Maaher At-Thuwailibi di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (8/2/2021) lalu.
"Dia telah lakukan cuitan di Twitter dan telah kami duga melakukan ujaran Hoaks dan Provokasi," ujar Wakil Ketua Umum PPMK Joko Priyoski di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (11/2/2021).
• Pemerintah Umumkan Formasi CPNS 2021 Bulan Maret, Ini Dokumen yang Wajib Disiapkan
• Dentuman Misterius Gegerkan Warga Kapuas Hulu, Terdengar di 4 Kecamatan Hingga Kabupaten Sintang
Dia menuding Novel Baswedan telah melanggar berita bohong sesuai Pasal 14 15 UU 1946 dan UU ITE Pasal 45 A Ayat 2 Jo Pasal 28 Ayat 2 UU 18 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008. Dia meminta Novel dipanggil atas cuitannya tersebut.
"Jadi kami minta Bareskrim untuk memanggil saudara Novel Baswedan untuk melakukan klarifikasi atas cuitan tersebut," jelasnya.
Tak hanya itu, Joko juga ingin menyeret laporan tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dia menuding Novel Baswedan tidak berhak untuk berkomentar terkait kasus meninggalnya Maaher At-Thuwailibi.
"Setelah kami dari Bareskrim kami juga akan ke Dewan Pengawas KPK untuk laporkan beliau karena bukan kewenangan beliau sebagai penegak hukum KPK soal kematian Ustadz Maaher. Dan kami juga mendesak Dewas KPK untuk berikan sanksi kepada Novel Baswedan untuk ujaran tersebut," kata dia.
Diberitakan sebelumnya, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan merasa miris mendengar kabar meninggalnya Ustaz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.
• Catat Ini Perkiraan Jadwal seleksi CPNS Tahun 2021
• Catat Ini Instansi Pemerintah yang Terima Lulusan SMA/SMK untuk Formasi CPNS 2021
Novel meminta supaya aparat penegak hukum tidak keterlaluan dalam menangani perkara yang notabene bukan extraordinary crime.

“Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun. Ustadz Maaher meninggal di rutan Polri. Pdhl kasusnya penghinaan, ditahan, lalu sakit. Org sakit, kenapa dipaksakan ditahan? Aparat jgn keterlaluanlah.. Apalagi dgn Ustadz. Ini bukan sepele lho..” cuit Novel Baswedan melalui akun twitter @nazaqista, Selasa (9/2/2021).
Cuitan tersebut sontak memancing beragam respon dari netizen.
Ada yang menyebut Novel telah memprovokasi, ada pula yang membela dan mendukung pernyataannya.