Berita Bolsel
Cegah Penularan Covid-19, Hajatan dan Pesta di Tomini Wajib Gunakan Nasi Kotak
Camat Tomini Abidin Patilima mengatakan bahwa Pemerintah Kecamatan Tomini bakal menerapkan aturan baru untuk mencegah penularan Covid-19.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
Kabar baik datang bagi masyarakat Kabupaten Bolsel.
Jika sebelumnya, status zona Covid-19 di Bolsel berwarna Oranye.
Maka kali ini, Kabupaten Bolsel dinyatakan turun menjadi zona kuning.
Hal ini dikatakan oleh Bupati Bolsel, Haji Iskandar Kamaru ketika ditemui awak media, Rabu (10/2/2021) di Kecamatan Helumo.
Menurut Kamaru jika Pemkab Bolsel sudah menerima informasi terkait zona ini dari Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara.
"Informasinya sudah kami dapat, dan Alhamdulillah Bolsel sekarang sudah jadi zona kuning," aku dia.
Ia menambahkan, banyaknya pasien yang sembuh menjadi alasan Bolsel turun kembali ke zona Kuning.
"Kita akan berupaya terus-menerus agar semua yang positif di Bolsel akan sembuh," tegasnya.
2 Pasien Positif
Satuan gugus tugas (Satgas) percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut)
Mengumumkan pertambahan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 86 kasus.
Hari ini Sulut ketambahan 86 kasus terkonfirmasi positif Covid 19.
"Sehingga total secara akumulatif positif Covid-19 di Sulut mencapai 14.088 orang,” ungkap juru bicara satgas Covid-19 Sulut, Steven Dandel melalui rilis tertulis.
Dari 86 kasus terkonformasi Positif Covid di Sulut hari ini.
Dua kasus positif tercatat berasal dari Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinkes Bolsel dr. Sadly Mokodongan.
Menurutnya dua kasus baru tersebut sudah sementara dilakukan tracking.
"Iya, sekarang sudah dilakukan tracking kontak erat," aku dia melalui saluran telepon.
Dengan bertambahnya dua pasien terbaru, maka Bolsel mengoleksi 6 kasus aktif.
"Sekarang sudah ada 6 pasien yang aktif," tegasnya. (Nie)
• CURAHAN Hati Ibunda Angel Sepang: Tuhan yang Atur, Tetangga Semua Memberikan Dukungan
• Ancaman China di Laut China Selatan, Ini yang Dilakukan Filipina dan AS, Bagaimana dengan Indonesia?
• Terompet Sangkakala Tertua di Dunia Berusia 17.000 Tahun Kembali Ditiup, Suaranya Bikin Merinding