Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gangguan Parosmia

Gangguan Parosmia, Gejala Covid-19 yang Bikin Orang Tak Sembuh Setalah Isolasi, Ini Penjelasannya

Parosmia merupakan masalah gangguan penciuman. Parosmia diketahui menjadi salah satu gejala Covid-19 baru yang dilaporkan sejumlah penderita.

Editor: Frandi Piring
dailymail.co.uk
Ilustrasi Orang Sakit. Gejala Covid-19 Parosmia gangguan hilang indera penciuman. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kenali gangguan Parosmia, salah satu gejala Virus corona atau Covid-19.

Parosmia merupakan masalah gangguan penciuman.

Parosmia diketahui menjadi salah satu gejala Covid-19 baru yang dilaporkan sejumlah penderita.

Gejala ini dialami beberapa penderita long covid,

atau orang yang tak kunjung sembuh (bisa sampai lebih dari 12 minggu setelah isolasi terus-menerus) saat terinfeksi virus corona SARS-CoV-2.

Selain itu, Parosmia juga dirasakan sejumlah penyintas Covid-19 yang sudah sembuh. 

Berikut penjelasan lebih lanjut apa itu Parosmia, gejala, penyebab, dan cara mengatasinya.

Ilustrasi - Virus Corona di China. Tes swab melalui bagian penting tubuh atau dubur.
Ilustrasi - Virus Corona di China. Tes swab melalui bagian penting tubuh atau dubur. (AP Photo/Andy Wong)

Apa itu parosmia?

Dilansir dari Healthline, Parosmia adalah gangguan penciuman yang membuat penderitanya merasakan aroma yang tidak semestinya.

Misalnya, bau roti yang dipanggang biasanya harum manis jadi terasa bau busuk.

Atau, aroma yang biasanya tidak mengganggu jadi bikin mual.

Untuk kasus Parosmia yang parah, penderita bisa sampai merasa sakit secara fisik

saat mencium bau yang menyengat atau punya aroma kuat.

Gejala Parosmia

Sebagian besar kasus Parosmia terasa lebih jelas ketika seseorang baru sembuh dari infeksi.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved