Breaking News:

Nasional

Terbujuk Narasi Radikalisme, 1.250 WNI Pergi ke Irak dan Suriah Ikut Kelompok Teroris

"Dampak dari proses radikalisasi masif ini telah nyata mendatangkan beberapa korban jiwa dari masyarakat Indonesia," ujar Boy.

Editor: Isvara Savitri
MUHAMMAD IQBAL
Ilustrasi Tersangka terorisme yang dikawal Densus 88 saa tiba di Bandara Soekarno-Hatta 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Hingga 2021, ada 1.250 warga negara Indonesia (WNI) yang pergi ke Irak.

Data ini diungkapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar mengatakan ribuan WNI tersebut pergi untuk mengikuti kelompok-kelompok terorisme.

"Dari jumlah yang pergi ke Irak dan Suriah itu, sebagian telah meninggal dunia akibat aksi bom bunuh diri, sebagian ditahan, sementara wanita dan anak-anak saat ini berada di kamp pengungsian," ujarnya dalam webinar, Jumat (5/2/2021).

Mereka semua yang pergi ke Irak dan Suriah terbujuk dengan apa yang ditawarkan dalam konten narasi radikalisasi oleh kelompok-kelompok terorisme.

Ilustrasi
Ilustrasi (NET)

Boy mengungkapkan, ini merupakan dampak proses radikalisasi yang dilakukan secara masif oleh kelompok-kelompok terorisme.

Proses radikalisasi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga terjadi di skala global, dunia.

"Dampak dari proses radikalisasi masif ini telah nyata mendatangkan beberapa korban jiwa dari masyarakat Indonesia," ujar Boy.

Menurut catatan BNPT, sudah hampir 2.000 masyarakat Indonesia berkaitan dengan kasus tindak pidana terorisme dalam waktu 20 tahun terakhir.

"Ancaman tindak kejahatan terorisme adalah ancaman yang nyata adanya di tengah masyarakat," ucap Boy Rafli.

Andi Arief Bilang Moeldoko Sudah Ditegur Presiden Jokowi, Ada Senior Partai yang Kecewa Dipimpin AHY

Diduga Ada Nama Lain yang Mencuat, KPK Buka Penyelidikan Baru Terkait Kasus Korupsi Kemensos

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved