Breaking News:

Opini Politik

Gestur Politisi PDIP, Gerindra dan PAN di DKI Jakarta, Orisinal atau Pencitraan?

Anies lempar handuk, menyerah dalam soal penanganan Covid-19 di Jakarta. Ini lantaran Anies minta pemerintah pusat ambil alih

Editor: Aswin_Lumintang
(Tribunnews/Herudin)
FOTO - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan 

Oleh: Andre Vincent Wenas

TRIBUNMANADO.CO.ID - Anies lempar handuk, menyerah dalam soal penanganan Covid-19 di Jakarta.

Ini lantaran Anies minta pemerintah pusat ambil alih koordinasi penanganan COVID-19 di wilayah Jabodetabek.

Sontak Ali Lubis, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Jakarta Timur Partai Gerindra, meminta Anies mundur sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dianggapnya Anies sudah menyerah menghadapi COVID-19, tidak mampu lagi.

Kemudian, lagi-lagi soal Formula-E.

Gilbert Simanjuntak Politisi PDIP dan Anies Baswedan
Gilbert Simanjuntak Politisi PDIP dan Anies Baswedan (Ist)

Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak dari fraksi PDIP mengungkapkan bahwa anggaran yang telah dikeluarkan untuk ajang Formula-E mencapai lebih dari Rp 1,1 triliun.

Rinciannya, commitment fee Rp 560 miliar, penyertaan modal daerah (PMD) tahun 2020 ke PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebesar Rp 305 miliar, dimana didalamnya ada unsur: perubahan lapangan Monas Rp 143 miliar, biaya studi kelayakan Rp 5 miliar, sosialisasi Rp 600 juta, dan layanan umum Rp 10 miliar.

Selain itu masih ada biaya lain berupa bank garansi sebesar Rp 430 miliar serta beberapa anggaran Formula-E lain yang terdapat di beberapa SKPD dan biaya negosiasi awal ke New York. Wuidiihh…

"Beberapa anggaran Formula E juga terdapat di beberapa SKPD lain seperti Dispora, Dishub (rencana pembelian sepeda), dan Disparbud dengan jumlah yang berarti," ungkap politisi PDIP itu.

Lalu event-nya sendiri toh akhirnya ditunda, entah sampai kapan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved