Breaking News:

News Analysis

Kajian Pengamat Lingkungan Ulfa Novita Takke Mengenai Banjir Manado

"Ada dua penyebab banjir menurut hemat saya. Pertama adalah area untuk resapan air yang semakin kurang."

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Fistel Mukuan
Suasana saat beberapa wilayah di Kota Manado terendam banjir, Jumat (22/1/2021) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Banjir kembali berulang di Manado. Belum kering air mata akibat duka banjir pada pekan lalu, tamu tak diundang itu datang lagi pada Jumat ini. 

Sama parahnya. Bukan hanya wilayah langganan banjir. Yang selama ini masuk zona hijau banjir juga kebanjiran. 

Ada dua penyebab banjir menurut hemat saya. Pertama adalah area untuk resapan air yang semakin kurang.

Air yang tidak meresap di tanah, bergerak liar ke pemukiman, menciptakan genangan air. 

Ini karena betonisasi di mana-mana. Tanda pembangunan yang tidak mengacu pada konsep lingkungan.

Kedua adalah sampah. Sampah menyumbat selokan. Menyebabkan air meluap.

Kasus air rob di Mega Mas beberapa waktu lalu merupakan bukti bahwa sampah dibuang ke sungai yang akhirnya mengalir ke laut.

Mengatasi ini perlu keterlibatan semua pihak. Bukan hanya pemerintah. Warga juga harus sadar untuk tidak buang sampah sembarangan. 

Pada level pemerintah, harus ada sinergi antara pemerintah Manado dan sekitarnya karena air yang datang di Manado juga berasal dari wilayah Minahasa dan lainnya.  (art)

Baca juga: Hasil Liga Spanyol, Kemenangan Real Madrid Usai Bantai Alaves Buat Jarak dengan Atletico Makin Dekat

Baca juga: Rekam Momen Divaksin Demi Edukasi Warga, Mirta: Ingin Warga Tahu Kami Tidak Mati Waktu Disuntik

Baca juga: Kecelakaan Maut, Perempuan 18 Tahun Pengendara Honda CB150R Tewas, Korban Terpental dan Tertabrak

3 Korban Jiwa, 8 Kecamatan Terdampak

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved