Breaking News:

Berita Boltim

Tanggapan Pihak Tim SSM-OPPO Soal Gugatan Dua Paslon di MK, Tak Mendasar

Permohonan gugatan kedua paslon telah dicatat dalam e-BRPK dengan registrasi perkara masing-masing nomor; 119/PHP.BUP-XIX/2021 & 111/PHP.BUP-XIX/2021

Isitmewa
Ketua Tim Strategi dan Data Sachrul-Oskar, Fiko Onga 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Permohonan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (PHPKADA) yang diajukan Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 1 Amalia Ramadhan Sehan LandjarUyun Kunaefi Pangalima (AMA-UKP), dan Paslon nomor urut 3 Suhendro BoromaRusdi Gumalangit (SB-RG), telah diterima Mahkamah Konstitusi (MK).

Gugatan tersebut terigstrasi di MK pada Seni 18 Januari 2021.

Permohonan gugatan dari kedua paslon tersebut telah dicatat dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi Elektronik (e-BRPK) dengan registrasi perkara masing-masing bernomor; 119/PHP.BUP-XIX/2021 serta 111/PHP.BUP-XIX/2021.

Adapun pokok permohonan kedua paslon tersebut adalah berkaitan dengan dugaan praktek money politics, pemilih ganda, penggunaan surat keterangan, serta dugaan pelanggaran lainnya yang bersifat Terstruktur Sistematis dan Masif (TSM).

Berkaitan dengan itu, Ketua Tim Strategi dan Data Sachrul-Oskar, Fiko Onga, mengatakan pihaknya sudah mempelajari secara keseluruhan dalil pasangan AMA-UKP dan SB-RG sebagai pemohon. 

Baca juga: Ibu Amanda Manopo Bongkar Fakta Soal Anaknya Sudah Pernah Menikah di Umur 18 Tahun: Masih Anak-anak 

Baca juga: Resmi Jabat Presiden AS, Joe Biden Dititipkan Surat Oleh Donald Trump, Apa Isinya?

Baca juga: Sosok Tiga Jenderal yang Bolak-balik di Gedung DPR Bawa Makalah Calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo

“Kami kira sah-sah saja apa yang dimohonkan pihak pemohon, karena kewenangan mereka tentu terfasilitasi dalam ketentuan aturan Pilkada,” kata Fiko.

Ia mengatakan, apa yang dituduhkan dalam dalil baik paslon nomor urut 1 dan nomor urut 3 sangat tidak mendasar. 

Menurutnya, seharusnya paslon nomor urut 2 yang mempertanyakan penggunaan suket maupun dugaan politik uang seperti yang didalilkan. 

“Karena kami menghadapi paslon yang merupakan incumbent."

"Kita ketahui bersama, calon bupati nomor urut 1 anak dari bupati aktif, kemudian calon wakil bupati nomor urut 3 adalah wakil bupati aktif. Mereka punya instumen kekuasan."

"Ingat, TSM hanya dapat dipelopori oleh oknum-oknum yang mempunyai kewenangan dalam mengerahkan kekuasaan seperti ASN, penggunaan suket dan model-model sangkaan lainnya yang disangkakan kepada kami,” ungkapnya.

Disisi lain, pria berlatar belakang pendidikan doktor ilmu politik itu berharap, paslon nomor urut 1 dan nomor urut 3 bisa menunjukkan sikap negarawan, dengan menerima hasil Pilkada yang telah diplenokan KPU Boltim.

"Jadi intinya, kami mengharapkan Ibu Amalia dan Pak Suhendro seharusnya mampu mempraktekkan sekaligus menunjukkan kepada masyarakat Boltim bagaimana jiwa seorang negarawan,” ucapnya. (ana)

Baca juga: BUMDes Iyok Siap Kelola Pulau Laga untuk Dongkrak Pendapatan Desa dan PAD

Baca juga: Sosok Irjen Wahyu Widada, Ketua Tim Penyusun Makalah Calon Kapolri, Bersama Listyo Lulusan Terbaik

Baca juga: Gelar Pembelajaran Tatap Muka, SMA dan SMK di Bolmong Harus Penuhi Setumpuk Syarat Ini

Penulis: Siti Nurjanah
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved