Breaking News
Senin, 18 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bencana Alam

Banjir Genangi 5.271 Rumah di Sulut,  515 di antaranya Rusak

Bencana banjir, tanah longsor, dan gelombang pasang yang terjadi baru-baru ini di Sulut membuat ribuan rumah warga ikut terdampak

Tayang:
Penulis: Ryo_Noor | Editor: David_Kusuma
tribunmanado.co.id/Isvara Savitri
Warga Kelurahan Ternate Tanjung, Singkil, Manado sibuk membersihkan rumah dan lingkungan pasca banjir 0,5-2 meter, Minggu (17/1/2021). 

TRIBUNMANADO. CO. ID,  MANADO - Bencana banjir, tanah longsor, dan gelombang pasang yang terjadi baru-baru ini di Sulut membuat ribuan rumah warga ikut terdampak. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Sulut melaporkan sebanyak 5.271 rumah di Sulut terdampak banjir, 

515 rumah di antaranya kategori rusak. 

"Paling banyak rumah yang tergenang banjir berada di Manado," kata Kepala BPBD Sulut  Joi Oroh,  kepada tribunmanado.co.id, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Cuaca Ekstrem, Harga Ikan Laut Naik, Pedagang Terpaksa Kurangi Jumlah Ikan per Paket

Baca juga: Pengusaha Rumah Makan di Megamas Terdampak Musibah, Rugi Hingga Rp 100 Juta

Baca juga: Bupati Yasti Siap Jadi Orang Pertama Divaksin di Bolmong

Ia mengatakan,  di Manado sebanyak 5.038 rumah yang terdampak banjir.

Sebanyak 220 rumah di Bitung yang tergrnang banjir,  dan 13 rumah di Sitaro. 

Tak hanya banjir,  bencana tanah longsor juga memberi andil kerusakan rumah warga 

306 rumah mengalami longsor, ada juga 38 rumah yang rusak dihantam angin kencang. 

Basarnas Manado berhasil menemukan satu korban yang tertimbun longsor di Jalan Sea, Kecamatan Malalayang, bernama San Hasan, Minggu (17/1/2021)
Basarnas Manado berhasil menemukan satu korban yang tertimbun longsor di Jalan Sea, Kecamatan Malalayang, bernama San Hasan, Minggu (17/1/2021) (Istimewa/Basarnas Manado)

Baca juga: Tidak Sanggup Ganti Kerugian Warga, Hukum Tua Tateli Weru Harapkan Bantuan Mensos

Baca juga: Penetapan Bupati dan Wabup Terpilih Minsel Kamis 21 Januari, Sesuai Jadwal

Bencana juga melanda pemukiman di pesisir pantai,  akibat gelombang pasang sebanyak 152 rumah mengalami kerusakan 

"Gelombang pasang ini tersebar di Bolmut,  Bolsel dan Sitaro.  Rumah-rumah sederhana di pinggir pantai, " kata dia. 

Ada lagi kerusakan mencakup infrastruktur umum,  semisal talud, jembatan, dan  jalan.  Semuanya kata Joi masih dalam pendataan.  (ryo) 

Mensos ke Sulut

Menteri Sosial RI Tri Rismaharini berkunjung ke Manado, Rabu (20/01/2021).

Meski singkat, tak sampai sehari, Risma yang didampingi Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw bisa mengunjungi sejumlah tempat yang dilanda banjir, longsor dan bertemu para korban.

Mensos juga memberikan bantuan pemerintah untuk para korban banjir dan longsor.

Risma dan Wagub Kandou mengunjungi Kelurahan Ternate Tanjung yang sempat dilanda banjir, Kelurahan Malalayang I Barat, tempat terjadinya longsor dan Pantai Buloh, Desa Tateli Weru, Kabupaten Minahasa yang juga dilanda banjir.

Mensos dan Wagub Sulut
Mensos dan Wagub Sulut (Istimewa)

Risma bersama Wagub Kandouw menyerahkan bantuan dan santunan kepada masyarakat yang terdampak banjir dan longsor.

Bantuan yang diberikan berupa bahan pokok, perkakas dapur, selimut dan kebutuhan.

“Bantuan yang diberikan berupa barang, makanan, ada khusus anak-anak dan peralatan dapur karena bisanya kalau bencana mereka kehilangan itu kemudian ada santunan,” kata Risma.

Selain memberikan bantuan, Mensos menerima laporan pemda terkait perbaikan infrastruktur untuk mencegah banjir akibat kondisi pasang air laut.

“Saya juga terima laporan dari Wakil Gubernur Sulut dan Wali kota Manado untuk perbaikan-perbaikan infrastruktur," katanya.

Baca juga: Ajak Kaum LGBT Datang ke Bali, Kristen Gray Diusir dari Indonesia

Risma bilang, sebaiknya ada pintu air di Sungai Tondano.

"Perlu juga pompa untuk mengurangi air yang meluap," katanya.

Risma juga mengusulkan agar rumah yang berada di lokasi rawan longsor dipindahkan ke tempat lebih aman. Salah satu solusinya, menurut dia ialah dengan membangun rumah susun.

Ia berjanji akan menyampaikan rencana tersebut ke Presiden Joko Widodo.

“Saya akan buat laporan ke Presiden, untuk pintu air, pompa air dan yang rawan longsor dipindahkan ke rumah susun,” terang mantan Wali Kota Surabaya itu.

Risma bilang, ia ditugaskan Presiden untuk mengunjungi lokasi bencana yang tidak bisa dikunjungi kepala negara.

"Agar bisa lebih cepat penanganan banjir di semua daerah,“ katanya. (ryo/ndo)

Baca juga: Tak Patuhi Imbauan Protokol Kesehatan, 10 Kafe dan Rumah Makan Dapat Teguran

Baca juga: Seorang Predator Seks Dibekuk, Polisi Segera Gunakan Undang-Undang Kebiri

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved