Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cuaca Ekstrem

Tembok Rumah Warga di Bitung Ini Roboh, Pemerintah Belum Bisa Berbuat Apa-Apa

Dinding rumah Meliana Warti (45) warga lingkungan 1 RT 05 Kelurahan Kakenturan 2 Kecamatan Maesa, Kota Bitung, roboh diterjang bencana

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Christian Wayongkere
rumah warga yang ambruk temboknya, karena musibah longsor dan angin kencang 

Ada foto - foto Christian Wayongkere / Tribun Manado rumah warga yang ambruk temboknya, karena musibah longsor dan angin kencang. Mereka sangat menantikan untuk dibantu, khususnya pembuatan talud agar bisa terhindar dari longsor.

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Dinding rumah Meliana Warti (45) warga lingkungan 1 RT 05 Kelurahan Kakenturan 2 Kecamatan Maesa, Kota Bitung, roboh diterjang bencana.

Tembok rumah permanen yang dihuni dua keluarga Mait Warti dan Mait Mudeng, satu di antara lokasi terdampak musibah bencana alam yang terjadi Sabtu (16/1/2021) pekan lalu.

Robert Ruddy Wongkar kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Bitung mengatakan pihaknya belum melakukan pemberian bantuan,

ke lokasi rumah yang kena longsor.

Baca juga: Satpol PP Kotamobagu Tertibkan Puluhan Spanduk dan Baliho Kedaluwarsa

Baca juga: Ini Harapan Virgie Baker di Era Pemerintahan CS-WL Nanti

Baca juga: Pilkada Boltim Masuk Babak Baru, Selain AMA-UKP, MK Juga Terima Gugatan SB-RG 

Baca juga: Kejagung Tiba-tiba Geledah Kantor BPJS Ketenagakerjaan, Ada Korupsi?

Di Kelurahan Kakenturan II Kecamatan Maesa Kota Bitung, baru sebatas melakukan survey dan mengambil dokumentasi.

"Belum ada bantuan yang kami berikan. Begitu juga dengan bantuan untuk banjir. Karena untuk korban banjir kami belum ada stok bantuan, masih menunggu di APBD 2021," kata Wongkar.

Disentil terkait penanganan sementara dengan membuat tanggul, atau upaya lainnya Wongkar bilang,

itu merupakan komponen fisik tidak ada item itu di BPBD melainkan di instansi teknis seperti Dinas perkim dan PUPR kota Bitung.

Baca juga: Pilkada Boltim Masuk Babak Baru, Selain AMA-UKP, MK Juga Terima Gugatan SB-RG 

Baca juga: KPU dan Bawaslu Sulut Siap Hadapi Sengketa Pilkada Manado dan Boltim di MK

Pihaknya mengusulkan, silakan menyampaikan itu kepada lurah untuk disampaikan atau diusulkan dalam Musyarawah pembangunan daerah (musrembang) tingkat kelurahan yang sementara berlangsung.

Seperti yang wartakan sebelumnya, terjadi musibah bencana alam di Kota Bitung karena hujan deras mengakibatkan banjir dan longsor.

Banjir genangi seratusan rumah warga di bantaran daerah aliran sungai (DAS) Girian atau Kuala Tulap, sepanjang Kelurahan Girian Weru 1, Girian Bawah dan Manembo-Nembo.

Baca juga: Sulut United Peduli, Bantu Korban Bencana, Gelar Program Torang Baku Jaga

Baca juga: Pendaftaran CPNS 2021 Dipastikan Membeludak, Ini Jadwal Resminya

Sebanyak 93 rumah di Kelurahan Girian Bawah, 105 di Manembo-Nembo dan 26 di Girian Weru tergenang air.

BPBD Kota Bitung, melansir musibah bencana alam yang terjadi pada Sabtu hingga Minggu (16-16/1/2021).

Angin kencang mengakibatkan pohon tumbang di Kelurahan Kadoodan samping rudis Wali kota, ada juga di Kelurahan Bitung Timur depan masjid agung.

Baca juga: Teken Perjanjian Kinerja, Saipul Botutihe Minta Jajarannya Komitmen dan Tanggung Jawab 

Tembok atau dinding dapur roboh di Kelurahan Kakenturan Dua, atap rumah terangkat di Kelurahan Winenet Satu.

“Tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini, hanya kerugian material,” jelas sumber di BPBD Kota Bitung

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved