Breaking News:

Berita Kotamobagu

Siswa SMA, SMK, dan Mahasiswa di Kotamobagu Masih Berpeluang Dapat Bantuan Anak Asuh

Untuk SD dan SMP di Dinas Pendidikan dan tingkat SMA/SMK serta mahasiswa melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat.

alpen martinus/tribun manado
Hamdan Mokoagow Kabag Kesra Kotamobagu mengatakan total keseluruhan anggaran yang disiapkann untuk anak asuh mencapai Rp 1,138 miliar. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Pemerintah Kota Kotamobagu tetap menganggarkan bantuan anak asuh tahun ini, meski penyalurannya sudah berbeda sekarang.

Untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Dinas Pendidikan dan tingkat SMA/SMK serta mahasiswa melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat.

Khusus untuk di bagian kesejahteraan rakyat yang menangani dana anak asuh mahasiswa dan SMA/SMK dibebani anggaran sekitar Rp 2 miliar lebih.

Khusus mahasiswa total penerima yang dianggarkan mencapai 330 orang, per orang dianggarkan Rp 3,450 juta. 

Baca juga: Ini Komentar Roy Suryo soal Viral Video Jeritan Minta Tolong saat Pencarian Korban Sriwijaya Air

Baca juga: Masih Ingat Aktor Tampan Ari Wibowo? Tetap Awet Muda di Usia 50 Tahun, Begini Kabarnya Sekarang

Baca juga: 1.776 Wajib Pajak di Sulut Manfaatkan Stimulus Pajak Covid-19, Nilainya Capai Rp 37 Miliar 

Total keseluruhan anggaran yang disiapkann mencapai Rp 1,138 miliar.

Sedangkan bantuan anak asuh untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sederajat dianggarkan mencapai Rp 1,360 miliar.

Satu penerima akan mendapatkan Rp 1,7 miliar, dengan total jumlah penerima sebanyak 800 orang.

"Kemungkinan Juli usai semester baru akan disalurkan," jelas Hamdan Mokoagow Kabag Kesra Kotamobagu, Selasa (19/1/2021).

Data awal penerima menurut dia diambil dari DPKAD dan usulan dari Kelurahan.

"Kita verifikasi ulang saya dari DPKAD, kemudian nanti kita minta usulan juga dari kelurahan."

"Pastinya, penerima harus memenuhi kriteria, agar tepat sasaran," kata dia.

Ia menjelaskan, tahun sebelumnya dana anak asuh tersebut disalurkan oleh DPKAD.

"Makanya kami baru pelajari juga, lantaran ini program baru masuk pada kami, sehingga harus sering koordinasi juga supaya tidak salah menindaklanjuti," jelas Mokoagow. (Amg) 

Baca juga: Putusan Pengadilan Tinggi, Banding Kasus Ujaran Kebencian Jerinx, Lebih Ringan Dari Putusan PN

Baca juga: Anggota Dewan Milenial Ini Sumbang 400 Karung Pasir Penahan Abrasi di Pesisir Poigar

Baca juga: Panasehat dan Sekjen Majelis Kebudayaan Minahasa Bantu Masyarakat Terdampak Banjir

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved