Rabu, 27 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bitung

Panasehat dan Sekjen Majelis Kebudayaan Minahasa Bantu Masyarakat Terdampak Banjir

Pitter Lumingkewas mengatakan pelaksanaan berlangsung dua kali. Pertama di tujuh panti asuhan dan panti werda di Kota Bitung, tanggal (8/1/2021).

Tayang:
tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
Sekjen MKM saat pelaksanaan penyerahan bantuan natura, dari Sekjen dan Panasehat MKM ke masyarakat yang terdampak musibah bencana alam. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG – Menggunakan pakaian adat Minahasa berwarna hitam, strip kuning Sekjen Majelis Kebudayaan Minahasa (MKM) dr Pitter Lumingkewas memimpin sejumlah personil berdiakonia.

Ini sebagai wujud kepedulian bagi warga yang terdampak banjir.

Pitter Lumingkewas mengatakan pelaksanaan berlangsung dua kali.

Pertama di tujuh panti asuhan dan panti werda di Kota Bitung, tanggal (8/1/2021).

“Yang kedua, Senin kemarin (18/1/2021) bersama panasehat kami ibu Rita Mantiri Tangkudung ke masyarakat yang terdampak musibah bencana alam pekan lalu di Kelurahan Manembo-Nembo dan Girian,” tutur Pitter Selasa (19/1/2021).

Rita Mantiri Tangkudung adalah istri dari Ir Maurits Mantiri MM wakil walikota dan Wali kota Bitung terpilih, merupakan penasehat dari MKM yang menaungi 7 Pakasaan yang ada di Kota Bitung.

Majelis Kebudayaan Minahasa Wanua Bitung, adalah presidium dari 7 organisasi Adat yang berasal dari sub etnis-sub etnis Minahasa yang ada di Kota Bitung.

Yaitu, Pakasaan Tonsea, Pakasaan Tolour, Pakasaan Totemboan, Pakasaan Tombulu, Pakasaan Bantik, Pakasaan Tonsawang dan Pakasaan Pasan.

Pakasaan adalah sebuah kata adat suku Minahasa, yang berarti kesatuan distrik adat atau kesatuan walak-walak sub etnis Minahasa.

Adapun etinis Minahasa di Sulut ada Tondano, Tombulu, Tonsea dan Tontemboan.

Di kota Bitung sendiri, selain suka Minahasa ada suku Nusa Utara didalamnya Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sangihe dan Talaud.

Lalu ada suka Jawa, Toraja, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Batak, Toraja dan lainnya serta ada adat Tionghoa.

Lanjut Pitter untun bantuan yang diberikan ke tujuh panti asuhan dan panti werda berbeda-beda. 

Sedangkan bantuan ke masyarakat, adalah mereka yang terdampak musibah bencana bannjir pekan lalu berupa natura ada beras 5kg, gula pasir, mie instan, minyak goreng dan susu.

“Semoga dengan bantuan ini dapat membantu meringankan, musibah yang dialami masyarakat,” sebutnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved