Baru Sebulan Dibuka, Pantai Tersakiti Desa Pinolantungan Sudah Hasilkan Omset Rp 10 Juta
Pasalnya tempat wisata yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) ini, berhasil menarik wisatawan dari berbagai kalangan.
Penulis: Nielton Durado | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI --- Wisata baru yang ada di Desa Pinolantungan, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel), berhasil menjadi magnet bagi masyarakat.
Pasalnya tempat wisata yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) ini, berhasil menarik wisatawan dari berbagai kalangan.
Tempat wisata yang dinamakan Pantai Tersakiti ini, bukan hanya menarik perhatian wisatawan lokal saja.
Tapi, juga wisatawan luar daerah juga sering terlihat disana.
Baca juga: 118 Kendaraan Pemkot Tomohon Tanpa BPKB, Kabid BMD Akui Sempat Jadi Temuan BPK-RI
Baca juga: Bupati Bolsel Haji Iskandar Kamaru Siap Disuntik Vaksin Sinovac
Direktur Bumdes Juprin Mokoginta saat diwawancarai Tribun Manado, Selasa (19/1/2021) menjelaskan bahwa pantai Tersakiti Pinolantungan mempunyai sejarah yang unik.
Lahirnya wisata ini muncul dari kesadaran Pemuda Karang Taruna yang melihat tempat ini dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga.
"Sehingga kami bersama Pemuda Karang Taruna membuat tempat wisata disini, agar masyarakat sadar akan keindahan pantai Tersakiti," aku dia.

Baca juga: Masih Ingat Mia Khalifa, Mantan Bintang Film Panas yang Diancam Dibunuh ISIS? Kini Rajin Berdonasi
Baca juga: Tantangan Kepala Daerah Terpilih, Mendorong Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19
Ia membeberkan pembuatan nama tempat wisata ini juga diambil dari sejarah pantai.
“Sampai dinamakan wisata Pantai Tersakiti karena pantai yang dulunya adalah tempat sampah kini menjadi Wisata," sebutnya.
Dikatakannya, sayarat untuk masuk di wisata ini sangat mudah.
"Biayanya hanya Rp 8000 perorang, selain itu kami pastikan jika kendaraan yang dibawa pengunjung akan aman," tegasnya.
Baca juga: Kritik Pedas Walhi: Mending Jokowi Tak Datang di Kalsel Jika Hanya Salahkan Hujan dan Sungai
Baca juga: Tembok Rumah Warga di Bitung Ini Roboh, Pemerintah Belum Bisa Berbuat Apa-Apa

Di tempat yang sama, salah satu tokoh masyarakat Marjun Wahab mengatakan, wisata ini sudah menghasilkan Rp 10 juta perbulannya.
“Wisata ini sudah di buka pada tanggal 19 Desember 2020 kemarin oleh Pemerintah Desa, jadi dari pada tanggal dibukanya sampai dengan hari ini, sudah menghasilkan Rp 10 juta," katanya.
Mantan Sekretaris Desa Pinolantungan ini juga mengatakan, pihaknya akan terus berinovasi agar bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke Pantai Tersakiti.
Baca juga: Satgas Covid-19 Beri Penjelasan soal Isu Vaksinasi Jokowi Gagal karena Hanya di Kulit
Baca juga: 3 Gunung Api Siaga 1 Waspada, Update Aktivitas Terkini Semeru, Sinabung, Merapi & Ili Lewotolok
Ia mengaku jika pihaknya bersama Pemuda Karang Taruna juga akan mengadakan Banana Boat.