Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Banjir Kalsel

Kritik Pedas Walhi: Mending Jokowi Tak Datang di Kalsel Jika Hanya Salahkan Hujan dan Sungai

Ia menyebutkan, seharusnya Jokowi datang dan memanggil pemilik perusahaan yang dinilai telah merusak lingkungan Kalsel.

Tribunnews
Walhi melontarkan kritik pedas ke Presiden Jokowi terkait tanggapannya terhadap banjir Kalsel. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kunjungan Presiden Jokowi di ke Kalimantan Selatan ( Kalsel ) untuk meninjau dampak banjir kalsel tetap menuai kritik. 

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia ( Walhi ) Kalimantan Selatan Kisworo Dwi Cahyono justru melontarkan kritik pedas

"Presiden Jokowi kalau hanya menyalahkan hujan dan sungai mending enggak usah ke Kalsel," kata Kisworo dilansir Kompas.com, Selasa (19/1/2021).

Kritikan pedas tersebut dilontarkannya karena menganggap kehadiran Presiden tidak sesuai yang diharapkan yaitu penanganan korban dan menjamin keselamatan rakyat.

Banjir bandang di Kalimantan Selatan
Banjir bandang di Kalimantan Selatan. Walhi mengatakan, Presiden Jokowi kalau hanya menyalahkan hujan dan sungai mending enggak usah ke Kalsel. (twitter)

Menurut Kisworo, seharusnya Jokowi datang sebagai tokoh yang kuat untuk menangani kondisi darurat di Kalsel.

Ia menyebutkan, seharusnya Jokowi datang dan memanggil pemilik perusahaan yang dinilai telah merusak lingkungan Kalsel.

"Salah satunya berani memanggil pemilik perusahaan - Perusahaan Tambang, sawit, HTI, HPH. Kita dialog terbuka di hadapan rakyat dan organisasi masyarakat sipil," harapnya.

Banjir kali ini, menurutnya, menjadi penanda bahwa Kalimantan Selatan sudah berada dalam kondisi darurat ruang dan darurat bencana ekologis.

Sebab, ia mencatat 50 persen dari lahan di Kalimantan Selatan telah beralih fungsi menjadi tambang batu bara dan perkebunan sawit.

Rinciannya yakni tambang 33 persen dan kelapa sawit 17 persen.

Oleh karena itu, ia mengaku tidak kaget apabila bencana ekologis itu terjadi saat ini dan terparah dari tahun-tahun sebelumnya.

"Padahal, sudah sering saya atau Walhi Kalsel ingatkan bahwa Kalsel dalam kondisi darurat ruang dan darurat bencana ekologis," tegas dia.

Menurut catatan Walhi, banjir kali ini menjadi yang terbesar dan terluas sejak 2006.

Banjir bandang di Kalimantan Selatan
Banjir bandang di Kalimantan Selatan (twitter)

Banjir besar, kata dia, pernah melanda pada 2006, tetapi tidak sampai merendam 11 kabupaten/kota.

Ia juga menyebutkan, bencana banjir sejatinya sudah menjadi bencana yang berulang di Kalimantan Selatan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved