Sulawesi Utara
Pandemi Covid-19, Kredit UMKM di Sulawesi Utara Terkontraksi hingga -5,9 Persen
Pandemi yang sudah berlangsung hampir setahun menekan penetrasi perbankan dalam menyalurkan kredit ke sektor UMKM.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Dewangga Ardhiananta
"Bank lebih fokus pada menjaga likuiditas dan memberi restrukturisasi kepada nasabah eksisting," katanya
Seiring waktu, menjelang akhir tahun bank mulai kembali membuka keran pembiayaannya seiring New Normal.
"Sekarang bank sudah bisa fokus kembali menyalurkan kredit. Khususnya ke sektor UMKM yang produktif di tengah pandemi," katanya.
Sektor itu di antaranya, pertanian, perikanan, perkebunan, perdagangan bahan pokok, industri pengolahan hingga kesehatan.
"Jika di awal pandemi porsi fokus kami 70 persen restrukturisasi dan 30 persen penasaran kredit, sekarang sebaliknya," ujarnya.
Terkait itu, untuk kredit non-UMKM di Sulut masih tumbuh meskipun di tengah pandemi Covid-19.
Berdasarkan data OJK Sulutgomalut, kredit non UMKM per Oktober 2020 mencapai Rp 28,8 triliun. Angka itu naik 2,02 persen YtD dan 3,07 persen YoY.
Di mana, realisasi kredit non-UMKM di Sulut sepanjang tahun 2019 mencapai Rp 28,2 triliun.
Sedangkan total kredit di Sulut per Oktober 2020 tembus Rp 39,6 triliun.
Kredit UMKM dan Non-UMKM di Sulut
UMKM
Desember 2019 Rp 11,3 triliun
Oktober 2020 Rp 10,8 triliun (-4, 42 persen Ytd dan -5, 97 persen YoY)
Non UMKM
Desember 2019 Rp 28,2 triliun
Oktober 2020 Rp 28,8 triliun (2, 02 persen YtD dan 3,07 persen YoY)
*) per Oktober 2020
Sumber: OJK Sulutgomalut
(Tribun Manado/Fernando Lumowa)
Baca juga: Pelindo IV Beri Relaksasi Pengguna Jasa Pelabuhan Selama Pandemi Covid-19
Baca juga: Prakiraan Cuaca Hari Jumat 15 Januari 2021, Sebagian Besar Provinsi Berpotensi Hujan Petir
Baca juga: Chord Jalan Datar, Kunci Gitar dan Lirik Lagu - Kalia Siska feat SKA 86
TONTON JUGA: