Sulawesi Utara
Pandemi Covid-19, Kredit UMKM di Sulawesi Utara Terkontraksi hingga -5,9 Persen
Pandemi yang sudah berlangsung hampir setahun menekan penetrasi perbankan dalam menyalurkan kredit ke sektor UMKM.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Dewangga Ardhiananta
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap kinerja perbankan.
Pandemi yang sudah berlangsung hampir setahun menekan penetrasi perbankan dalam menyalurkan kredit ke sektor UMKM.
Hal ini tercermin dalam realisasi kredit UMKM di tahun 2020.
Baca juga: Kirim Doa untuk Orang Meninggal Dunia bagi Laki-Laki maupun Perempuan dalam Islam
Baca juga: Buka Rakor Perencanaan Data SIPD, Bupati Bolsel Minta Kadis Tahu tentang Data di Dinas
Baca juga: Tepis Isu Sesat Chip dan Antikristus Pada Vaksin Covid-19, Ini Imbauan GMIM dan GMIBM

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan Sulut Gorontalo Malut (OJK Sulutgomalut), realisasi kredit UMKM hingga Oktober 2020 turun 4,42 persen dibanding realisasi Desember 2019.
Per Desember 2019, capaian kredit UMKM oleh perbankan di Sulut mencapai Rp 11,3 triliun.
Sementara, per Oktober 2020, angka kredit UMKM berada di posisi Rp 10,8 triliun.
"Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kredit UMKM turun hingga 5,9 persen secara YoY (Year on Year)," ujar Kepala OJK Sulutgomalut, Darwisman, Kamis (14/01/2021).
Ia bilang, terkontraksinya kredit UMKM karena pandemi Covid-19.
"Banyak usaha yang terpukul.
Bank tak bisa menyalurkan kredit karena usaha tak punya kemampuan bayar," katanya.
Hanya saja, menurut dia, kontraksi terberat terjadi di triwulan pertama dan kedua tahun 2020. Dimana, banyak UMKM.
"Akan tetapi, di triwulan keempat mulai rebound.
Semoga data akhir tahun bisa lebih baik realisasinya," ujar Darwisman.
Sebelumnya, Pemimpin BRI Kanwil Manado, Rudy Andimono mengungkapkan, di awal pandemi perbankan tak bisa melakukan ekspansi bisnis.
Termasuk memaksimalkan pemasaran kredit ke sektor produktif seperti UMKM.