Berita Manado

Kabid SD Geram Mendengar Orangtua Murid Harus Bayar 75.000 untuk Raport

Pengambilan raport di salah satu  Sekolah Dasar sudah selesai tetapi, ada orangtua wali yang mengaku harus membayar uang sebesar Rp. 75.000

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: David_Kusuma
fistel mukuan/tribun manado
Triyana Almas (Kabid) SD Dinas Pendidikan Kota Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pengambilan raport di salah satu  Sekolah Dasar (SD) sudah selesai tetapi, ada orangtua wali yang mengaku harus membayar uang sebesar Rp 75.000.

"Kami harus membayar Rp.75.000, rincian Rp 25.000 untuk nilai dan Rp 50.000 untuk map tempat kertas," ucap salah satu orang tua murid.

Ketika dikunjungi secara diam-diam rekaman diberikan kepada salah satu orangtua murid saat mengambil raport, salah satu guru tersebut menceritakan secara rinci kenapa harus bayar Rp 75.000.

"Kalau dulu memang raport ini ditanggung oleh sekolah, tapi sekarang sudah ditanggungkan ke murid-murid dan guru," kata wali kelas kepada orang tua murid.

Baca juga: Pemkab Minahasa Minta Kumtua Segera Mengganti Plat Polisi Kendaraan Sampah ke Warna Merah

Baca juga: Total 985 Tenaga Medis Bolmong Jalani Vaksinasi Covid-19

Baca juga: 145 CPNS Bolsel Angkatan 2019 Terima SK, Kamaru Minta Berikan yang Terbaik bagi Masyarakat 

Lebih lanjut disampaikan wali kelas SD tersebut, karena berstatus swasta jadi hanya kurikulumnya yang disamakan dengan sekolah lain, tetapi kalau bantuan dari pemerintah hanya untuk pembangunan saja.

Karena baginya pihak sekolah tidak menyiapkan fasilitas seperti komputer atau kertas untuk membuat raport nilai murid, sehingga harus bayar ke orang lain untuk membuat raport tersebut.

Dengan blak-blakan wali kelas sampaikan sudah berapa tahun sebagai guru, kalau kertas ditanggungnya sendiri.

Baca juga: Kredit Konsumtif Dominasi Pinjaman Perbankan di Sulut

Baca juga: Besok 13 Januari 2021, Presiden Jokowi Akan Suntik Vaksin Covid-19, Tanda Program Vaksinasi Dimulai

Karena saat cari di kantor, kertas sudah tidak ada, kemungkinan sudah habis karena dipakai dari kelas 1 sampai kelas enam.

Menanggapi hal itu Triyana Almas (Kabid) SD Dinas Pendidikan Kota Manado ketika ditemui di ruangannya di Dinas Pendidikan langsung geram.

"Mengambil raport tidak ada biaya artinya gratis. Karena itu sudah dianggarkan di dana BOS, yang semua operasional sekolah," tegasnya.

Baca juga: Besok 13 Januari 2021, Presiden Jokowi Akan Suntik Vaksin Covid-19, Tanda Program Vaksinasi Dimulai

Ia akan memeriksa dana BOS karena anggaran untuk buat raport itu sudah masuk di BOS.

"Saya akan langsung memanggil kepala sekolah dan wali kelas yang meminta uang untuk membayar raport," tegasnya.

Kami akan langsung memberikan teguran kepada mereka dan akan berkoordinasi dengan tim dana BOS sekaligus akan memeriksa anggaran mereka seperti apa.

Baca juga: Operasi Yustisi Aparat Gabungan, Tegakkan Terapkan 3M dan Pembatasan Jam Operasional Usaha

"Jadi sekali lagi saya tegaskan tidak ada pembayaran raport dan jika ada seperti itu wali kelas harus mengembalikan uang tersebut," tegasnya yang langsung mengambil handphone dan menelpon kepala sekolah dan wali kelas SD tersebut.

Dari dana BOS kabid sampaikan termasuk biaya honor guru, alat tulis, biaya listrik dan jika ada internet juga masuk di dana tersebut.(fis)

Baca juga: Foto Prabowo Subianto Tahun 1996 Ini Bikin Wanita Klepek-klepek, Coba Anda Lihat Senyumannya

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved