Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kisah Hidup

Keluarga Miskin Ini Terpaksa Tinggal di Hutan, Diejek Tetangga, Tak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah

Mereka terpaksa menjauh dari kampung karena selalu diejek tetangga karena hidup miskin.

Editor: Aldi Ponge
screenshot video
Keluarga Miskin Terpaksa Tinggal di Hutan, Diejek Tetangga, Tak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah 

Tak tahan selalu dipandang rendah, Oloandi lantas memboyong anaknya ke tepi hutan Tapsel yang terkenal dengan binatang buas.

"Karena kita ini orang susah dan miskin yang enggak punya apa-apa jadi dipandang sebelah mata dan diejek-ejek.

Enggak tahan lagi dengan ejekan-ejekan itu, terpaksa awak pergi menyendiri di pinggir hutan ini,"terang Oloandi.

Oloandi hidup di pinggir hutan Kecamatan Angkola Muaratais.

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Kamis 31 Desember 2020, Sagitarius dan Pasangan Akan Semakin Mesra

Baca juga: Resep Sarapan Praktis: Bakpau Egg Melted

Hidup di dalam gubuk berlantai tanah, dengan dinding yang gampang ditembus.

Bersama anak dan istrinya, buruh panjat kelapa setiap malamnya tidur dengan alas karpet seadanya.

Ancaman gigitan nyamuk hutan dan binatang buas lainnya tak lagi dia hiraukan.

Melewati malam tanpa lampu penerangan juga sering dialami keluarga tersebut.

Selain karena memang tidak ada listrik tersambung ke gubuk pamannya tersebut, Oloandi tak punya cukup uang membeli lilin.

Saat ini Anak Oloandi yang paling sulung sudah duduk di bangku kelas satu SD.

Setiap hari, Oloandi menemani anaknya ke sekolah dan anaknya tersebut harus berjalan sejauh 5 Km agar bisa sampai ke sekolah.

Tidak ada jalan lain ntuk membeli beras dan keperluan dapur lainnya, termasuk menyambung sekolah anaknya selain menjadi buruh panjat kelapa.

Oloandi juga tidak punya lahan untuk bercocok tanam, dampaknya anaknya yang masih berusia satu tahun pun nyaris tak pernah minum susu.

Paling tinggi penghasilan Oloandi dalam sehari dari upah memanjat kelapa hanya Rp 50 ribu rupiah saja.

Sulitnya lagi, dalam seminggu jasanya hanya 2 kali dipakai toke, artinya seminggu hanya bisa menghasilkan 100 ribu rupiah saja.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved