Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kisah Hidup

Keluarga Miskin Ini Terpaksa Tinggal di Hutan, Diejek Tetangga, Tak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah

Mereka terpaksa menjauh dari kampung karena selalu diejek tetangga karena hidup miskin.

Editor: Aldi Ponge
screenshot video
Keluarga Miskin Terpaksa Tinggal di Hutan, Diejek Tetangga, Tak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Satu keluarga di Sumatera Utara terpaksa memilih tinggal di hutan

Pria bernama Oloandi Pulungan (32) tinggal bersama istri dan anaknya. 

Mereka terpaksa menjauh dari kampung karena selalu diejek tetangga karena hidup miskin.

Kendati begitu, keluarga ini tak pernah mendapat bantuan pemerintah.

Padahal selalu di data untuk dapat bantuan.

Dalam seminggu, kepala keluarga hanya mampu mendapat penghasilan Rp 100 ribu.

Baca juga: Waspada Jika Mau Beli Bumbu Dapur, Di Banyumas Ditemukan Cabai Yang Diduga Dicat Warna Merah 

Baca juga: Ramalan Shio Kamis 31 Desember 2020, Shio Anjing Perlu Hati-hati, Gimana dengan Shio Anda?

Satu rumah tangga keluarga kurang mampu yang juga lebih layak disebut keluarga miskin hidup menderita di Tepi Hutan Desa Sipangko, Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan.

Oloandi Pulungan (32) selaku kepala keluarga tersebut, dihubungi Tribun Medan, Selasa (29/12/2020) mengaku tak mampu lagi mengontrak di desa asalnya.

"Di kampung pun dulunya ngontrak, ini pun kita punya lahan di sini ada pondok punya paman,"ujar Oloandi, bapak beranak dua itu dibantu Azan Sinaga seseorang yang peduli keadaannya dan mau meminjamkan sambungan telepon kepada Oloandi.

Cerita Oloandi, selama ini tidak pernah memperoleh bantuan sosial meski sudah didata berkali-kali untuk penerima bantuan terdampak Covid-19.

Oloandi hingga kini belum juga memperoleh bantuan sosial.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Oloandi menjadi buruh panjat kelapa, bertarung dengan gocangan angin.

Selesai pada hidup serba kekurangan bukan saja yang dialami Oloandi.

Dipandang Remeh

Hal pahit harus diterima keluarga Oloandi, karena mereka dipandang remeh oleh para tetangga dengan kondisi ekonomi yang begitu lemah.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved