Breaking News:

Opini

Reshuffle Bertujuan Memperkuat Soliditas Kabinet Serta Memperkuat Kinerja Kementerian

Pertanyaannya, mengapa Jokowi harus melakukan bongkar pasang kabinet? Pasti akan banyak jawaban dan spekulasi untuk pertanyaan tersebut

Editor: David_Kusuma
Istimewa
Ventje Jacob 

4.      Meningkatkan kinerja pos kementerian

Baca juga: Natal di Tengah Pandemi Covid-19, Ayo Saksikan Kidung Natal Virtual Puja Puji Sang Raja 2020

Baca juga: Hendrik Waroka : Maknai Natal Dengan Berdoa Bersama Keluarga di Rumah

Baca juga: Maurits Mantiri: Istilah Kemenangan, Usai Penetapan KPU

Harus kita sadari bahwa atsmosfer politik yang ada pada Jokowi saat ini adalah karena beliau adalah seorang lone ranger (penjaga garis).

Jokowi bukan kader parpol, dan tidak ada ada darah politik yang mengalir dalam tubuhnya, meski di awal masa pemerintahannya sempat diragukan, dalam perjalanan waktu, Jokowi mampu menjaga jarak untuk tidak bertindak sebagai ‘petugas partai’ secara total.

Reshuffle kali ini, Jokowi tidak menyentuh menteri-menteri yang berasal dari Partai Politik khususnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Parpol yang menyokongnya sebagai presiden dalam Pilpres 2014 dan Polres 2019.

Membersihkan Menteri Kontra-Produktif

Terpentalnya dr Terawan dari Menteri Kesehatan bukan karena ketidak mampuan beliau memimpin kementerian yang akhir-akhir ini menjadi sorotan dan tulang punggung sekitar 270 juta rakyat Indonesia yang diteror oleh virus yang menakutkan ini.

Pergantian kepemimpinan kelembagaan dilakukan oleh Jokowi lebih untuk ditekankan pada kinerja dan memperkuat soliditas kabinet serta untuk meningkatkan kinerja pos kementerian masing-masing.

Mungkin saja dr Terawan terkena imbas dari banyaknya permasalahan yang terjadi akibat dari sekian banyaknya keluhan masyarakat tentang cara pelayanan dan penanganan kasus covid-19 yang tidak profesional, padahal Jokowi sudah menyiapkan anggaran ekstra penanggulangan covid-19 ini.

Begitu juga yang dialami Menteri Pariwisata Wisnutama yang mungkin saja ada pemilaian khusus dari Jokowi.

Jadi intinya adalah reshuffle dilakukan oleh Presiden Joko Widodo, bukan karena perubahan peta politik dan konsumsi koalisi, tapi lebih dikarenakan pada:
~ Membersihkan menteri yang kontra produktif
~ Meningkatkan soliditas kementerian
~ Meningkatkan kinerja pos kementerian.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved