Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penanganan Covid

RS Manembo-Nembo Tutup Sementara, Karena Ada Nakes Kena Covid-19

Pihaknya menutup sementara instalasi gawat darurat (IGD) Primer dan ruang isolasi khusus pasien covid 19, karena sudah penuh.

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Christian Wayongkere
RS Manembo-Nembo Tipe C di Bitung tutup sementara 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Direktur Rumah Sakit (RS) Manembo-Nembo Tipe C di Bitung kembali memberikan informasi terkait tenaga kesehatan (nakes) yang terkonfirmasi positif covid-19, sehingga rumah sakit harus ditutup sementara.

"Untuk Sabtu kemarin kan ada 6 nakes yang terkonfirmasi, hari Minggu ini bertambah 2 lagi. Dari 6 itu ada 27 nakes yang kontak erat sehingga tengah dilakukan treacing dan menunggu hasil swabnya," tutur  dr Piter Lumingkewas Direktur RS Manembo-Nembo Tipe C di Bitung, Minggu (20/12/2020).

Akibat kondisi ini, pihaknya menutup sementara instalasi gawat darurat (IGD) Primer dan ruang isolasi khusus pasien covid 19, karena sudah penuh.

Selain itu langkah yang diambil pihak rumah sakit dengan melakukan zonasi di dalam IGD primer untuk memisahkan pasien umum dengan yang menjalani perawatan karena covid-19.

Baca juga: Bakal Dilaporkan ke Polisi Soal Surat Keterangan, Ini Kata Kadisdukcapil Boltim Rusmin Mokoagow

Baca juga: 15 Petugas Kesehatan Positif Covid-19, Puskesmas Motoboi Kecil Ditutup Sementara

Baca juga: Tetty Paruntu-Sehan Landjar Syukuri Kemenangan di Tiga Wilayah

Zonasi di ruangan IGD Primer di buat karena kondisi cukup luas. Pihaknya juga melalui petugas yang ada melakukan pengawasan terahadap penanganan pasien umum dan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Sehari sebelumnya beredar status di media sosial (medsos) Facebook, bahwa  untuk sementara pelayanan di Rumah Sakit (RS) Manembo-Nembo Tipe C di Bitung di tutup.

Dikarenakan ada 6 orang pegawai RS terkonfirmasi positif Covid-19 dan 27 orang lainnya kontak erat setelah dilakukan treacing tidak ditampik oleh dr Piter Lumingkewas Direktur RS.

Dokter piter menambahkan dari 27 yang kontak erat sebagain sudah di swab dan menunggu hasilnya.

Baca juga: Kolom 25 GMIBM Jemaat Pusat Kotamobagu Buat Pohon Natal dari Botol Bekas

"Sebagai langkah pencegahan, supaya petugas tidak menjadi sumber penularan ke pasien," tutur dr Piter membenarkan dan menjelaskan postingan yang beredar di FB, Jumat (18/12/2020) malam.

Lanjutnya, terkait dengan kapasitas di rumah sakit sudah overload atau melebihi.

Di RS dalam penanganan pasien terkonfirmasi positif covid-19, suspek dan pasien lainnya di luar gejala suspek covid-19, ketika hendak di rawat harus melalui dua pintu yang disiapkan.

Untuk pasien yang tidak ada gejala covid-19 masuk di pintu kaca di Instalasi gawat darurat (IGD) dan yang untuk covid-19 di pintu kayu di sampingnya.

Baca juga: Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Keluarkan Surat Edaran Terbaru, Ini Isinya

Saat ini, karena kondisi penuh, untuk pasien yang suspek covid-19 dimasukkan ke pintu kaca karena pintu kayu sampai ruangan amarilis ruangan tempat penanganan pasien covid-19 sudah penuh.

Di ruangan primer, pihaknya harus menahan dulu selang waktu 3 sampai 4 hari untuk menormalkan keadaan, sambil tunggu pasien di ruangan amarilis pulang baru pindahkan yang di ruang primer.

"Kami tetap antisipasi penyebaran infeksi atau sumber penularan. Langkah ini kami ambil untuk pencegahan. Kami antisipasi rumah sakit jangan jadi tempat penularan baru karena over load, akan muncul pandangan ada unsur kesengajaan menularkan ke pasien yang lainnya," jelasnya.

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Kendaraan Masuk Bitung Disemprot Disinfektan

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved