Breaking News:

Front Pembela Islam

Kaitan FPI dengan Senjata Api dan Terorisme, Kejahatan Terstruktur FPI

Publik menunggu sikap tegas negara kepada FPI, seperti halnya kepada HTI. Secara wadah dan perkumpulan, FPI bisa dikategorikan kejahatan terstruktur.

YouTube Channel
Mohamad Guntur Romli 

Oleh : MOHAMAD GUNTUR ROMLI

FPI bukan lagi komplotan yang biasa sweeping cafe-cafe, tapi kini sudah terkait dengan senjata api dan terorisme.

Sebelum terkait senjata api dan terorisme, rekam jejak FPI sudah mengerikan, bagaimana tidak, imam besarnya pernah diringkus masuk penjara 2 kali karena kejahatan penghasutan. Padahal tidak ada satu pun ormas dan organisasi di Indonesia yang dipimpin atau menokohkan dari bekas narapidana, apalagi pernah tersangkut kasus yang sama 2 kali. Sekum FPI juga, pernah mencicipi dinding penjara puluhan bulan. Mantan pembela HAM yang kemudian melanggar HAM dengan dijebloskan ke penjara.

Kini FPI tampil dengan citra yang mematikan: terkait senjata api dan terorisme. Ini bukan fitnah atau kabar bohong (hoax). 6 orang dari Gerombolan FPI terpaksa didor mati oleh petugas polisi karena mereka menyerang polisi dengan senjata api. Ini kejahatan yang tak bisa dibela. Pencopet tak bersenjata yang tertangkap oleh massa saja bisa jadi bulan-bulanan massa, karena bikin geram, marah, apalagi yang bersenjata api.

Penegak hukum pastilah akan melakukan tindakan tegas kalau ada yang menyerang mereka dengan senjata, apalagi senjata api. Pilihannya cuma dua: ditembak atau menembak. Dibunuh atau membela diri.

Saya tak paham pada mereka yang masih membela Gerombolan FPI yang menggunakan senjata api itu. Mereka dibela karena ditembak mati polisi. Kalau polisinya yang mati apa mereka juga akan koar-koar soal pelanggaran HAM? Atau cuma bilang ah itu resiko tugas.

Saya malah bersyukur yang mati itu perusuh NKRI yang menggunakan senjata api bukan polisi. Aparat penegak hukum yang tegas harus kita lindungi untuk menjaga negeri ini, kalau perusuh NKRI apa gunanya dibela, malah mereka akan terus bikin rusuh negeri ini.

Di hadapan kasus penembakan mati 6 gerombolan FPI ini hanya ada 2 versi: percaya versi polisi atau versi FPI? Saya percaya versi polisi. Karena rekam jejaknya. Polisi tidak pernah membunuh FPI selama ini. Mereka terbukti benar selama puluhan kasus berhadapan dengan FPI. Bahkan imam besar FPI sudah terbukti di Pengadilan bersalah dan divonis penjara 2 kali. Kalau sekarang Polisi menembak mati FPI maka ada penyebab yang luar biasa, kedaruratan sehingga mereka membela diri. Yaitu: Gerombolan FPI menyerang polisi dengan senjata api. Kalau FPI sudah terbukti berbohong dalam puluhan kasus. Jadi kamu pilih yang mana? Percaya institusi negara NKRI Polri atau ormas tidak jelas yang punya cita-cita kedaulatan Khilafah Islamiyah seperti FPI ini.

Kaitan FPI dengan jaringan terorisme sebenarnya bukan informasi baru. Sejak tahun 2000-an sudah ada informasi kaitan orang FPI dengan jaringan terorisme. Tapi saat itu masih dilihat sebagai kasus oknum FPI. Padahal dalam segala aksinya, seperti sweeping cafe, warung, dan melawan hukum serta petugas sudah menjadikan FPI sebagai lahan persemaian bibit-bibit radikalisme dan terorisme.

Kini sudah ada data 37 Orang FPI yang terlihat jaringan terorisme. Ini bukan lagi dilakukan oleh oknum. Negara harus melihat secara cermat, FPI bisa jadi penyuplai, agen atau broker yang mengirimkan anggotanya untuk menjadi teroris yang sesungguhnya setelah 'berlatih' bersama FPI.

Agen TKI ilegal saja bisa ditutup, ini agen teroris mau dibiarkan sampai kapan?

Saat ini FPI tampak kuat dan tersebar karena sudah terlalu dibiarkan. Kalau pun ditangani hanya dilihat sebagai kejahatan oknum dan personal. Padahal secara wadah dan perkumpulan, FPI sudah bisa dikategorikan kejahatan yang terstruktur.

Publik menunggu sikap tegas negara kepada FPI, seperti halnya kepada HTI.

==========

Tentang penulis, Anda bisa baca di sini: Mohamad Guntur Romli

Editor: Sigit Sugiharto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved