Breaking News:

Natal dan Tahun Baru

Natal dan Tahun Baru Sebentar Lagi Tiba, Masyarakat Diimbau Bersilaturahmi Secara Daring

Perayaan Natal dan Tahun Baru sebentar lagi akan tiba. Euforianya pun tentu berbeda karena berlangsung di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Penulis: Isvara Savitri | Editor: David_Kusuma
dewangga ardhiananta/tribun manado
Kombes Pol Jules Abraham Abast SIK, Kabid Humas Polda Sulut 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Perayaan Natal dan Tahun Baru sebentar lagi akan tiba. Euforianya pun tentu berbeda karena berlangsung di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Terkait hal tersebut, pemerintah daerah (Pemda) dan Polda Sulawesi Utara melarang masyarakat mengadakan pesta yang bisa menyebabkan kerumunan.

Menurut Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, ada beberapa titik kerawanan yang menjadi fokus pengamanan pihak kepolisian.

"Beberapa tempat keramaian seperti terminal, bandara, dan pelabuhan karena itu tempat orang-orang keluar-masuk wilayah," ujar Jules saat dikonfirmasi, Jumat (18/12/2020).

Selain itu, polisi juga akan menjaga ketat pusat-pusat perbelanjaan seperti mall dan pertokoan terkait penerapan protokol kesehatan.

Baca juga: Pembagian Bansos Covid-19 Rampung, Dinsos Minut Tunggu Juknis Penyaluran Tahun Depan

Baca juga: 9 Nakes Puskesmas Kotabunan Terpapar Covid-19, Warga Sekitar Beraktivitas Biasa

Baca juga: Dua Petugas Capil di Minut Positif Covid-19

"Gudang-gudang logistik sembako dan BBM juga akan kami awasi agar tidak terjadi penimbunan sehingga bisa dipastikan logistik cukup dan harganya tidak melonjak," tambah Jules.

Dalam pengamanan tersebut, tentu pihak kepolisian akan bekerjasama dengan instansi terkait seperti Pertamina, PLN, dan PDAM.

Terkait pesta Natal dan Tahun Baru, Jules mengimbau agar masyarakat tidak mengadakannya.

"Saat ini kita masih berada di tengah pandemi Covid-19, sesuai anjuran pemerintah masyarakat diminta prihatin. Jangan keluar rumah jika tidak penting, jangan berkerumun dan adakan pesta natal, ultah, dan tahun baru. Silakan bersilaturahim secara daring, ini lebih aman dan sehat," pungkas Jules.

Baca juga: Aniaya Korban Menggunakan Botol Bir dan Pisau, Pria Asal Warembungan Ditangkap

Jika masih ada masyarakat yang berkerumun dan berkumpul tidak mematuhi protokol kesehatan, pihak kepolisian akan melakukan tindakan tegas baik berupa teguran maupun pembubaran.

"Di samping membubarkan kami juga bisa menjatuhkan pidana sesuai UU yang berlaku seperti KUHP Pasal 214, 216, 218, Pergub, Perwali, Perbup, UU Karantina Kesehatan, Maklumat Kapolri, dan UU Wabah Penyakit," tutup Jules.

Selain itu, Operasi Yustisi masih terus dilakukan hingga kini agar masyarakat tidak lupa menerapkan protokol kesehatan.

"Operasi Yustisi sudah kami lakukan setiap hari sampai batas waktu yang tidak ditentukan," tekan Jules.(*)

Baca juga: 25 Aparatur Sipil Negara Bolsel Duduki Kursi Jabat Pjs Sangadi 

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved