Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hubungan

Ini Cara Terbaik Katakan Putus Kepada Pasangan Menurut Para Ahli Psikoterapis dan Psikolog

Sebenarnya, memutuskan sebuah hubungan lantaran sudah tak ada kecocokan bisa dilakukan dengan cara-cara yang tak terlalu menyakitkan.

Editor: Rizali Posumah
Istimewa
Ilustrasi putus cinta. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mengakhiri hubungan mungkin adalah hal terbaik yang bisa dilakukan bersama pasangan ketika hubungan itu terlalu menyakitkan untuk dijalani.

Sayangnya, banyak dari kita yang enggan untuk terbukan dengan pasangan terkait hal ini. 

Kita cenderung memikirkan bagaimana perasaan pasangan dan pendapat orang jika hal ini diungkapkan.

Sebenarnya, memutuskan sebuah hubungan lantaran sudah tak ada kecocokan bisa dilakukan dengan cara-cara yang tak terlalu menyakitkan.

Berikut adalah cara terbaik untuk katakan putus menurut para ahli.

1. Katakan yang sebenarnya, tapi jangan terlalu kejam

Ilustrasi
Ilustrasi ()

Seseorang mungkin akan merasa buruk saat tahu mereka telah dicampakkan atau tak lagi diinginkan. Tetapi, menjadi pihak yang mengakhiri hubungan juga sebuah beban.

“Jika kamu ingin mengakhiri suatu hubungan, kamu berhutang kepada orang lain untuk menjelaskan alasannya,” kata Rachel Sussman, psikoterapis New York City dan penulis The Breakup Bible.

“Orang-orang yang saya lihat mengalami saat tersulit setelah putus cinta, itu karena mereka tidak mengerti alasannya,” kata Sussman.

Idealnya, alasan yang diungkap tidak boleh mengejutkan orang lain. Masalah kerap terjadi pada sebuah hubungan dan kamu berdua pernah mencari solusinya, namun gagal.

Guy Winch, psikolog Kota New York dan penulis How to Fix a Broken Heart, mengungkapkan pendapat yang sama, harus ada alasan kuat untuk mengakhiri hubungan.

Namun, Winch menekankan bahwa putus bukan berarti kita bisa mengungkapkan semua keluhan yang dirasakan dan berkomentar sinis, bahkan jika si dia berkata ingin mendengarnya.

“Temukan satu hal, karena itu mungkin berguna bagi mereka [untuk diketahui],” katanya.

Mengatakan hal-hal terakhir yang membuatmu kesal tidak akan membuat proses memutuskan hubungan ini berjalan dengan baik.

Sehingga percakapan sehat tak mungkin terjadi. Yang ada, kita akan mengucapkan kata-kata yang makin menyakiti.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved