Pilkada Bitung
Kampanye di Lembeh, Maurits - Hengky Dapat Sambutan Begini
Kegembiraan yang ditumpahkan warga Kelurahan Papusungan dan sekitarnya menyambut Maurits Mantiri dan Hengky Honandar
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kegembiraan yang ditumpahkan warga Kelurahan Papusungan dan sekitarnya terlihat ketika menyambut kedatangan pasangan calon (paslon) Wali Kota Bitung Ir Maurits Mantiri MM dan Wakil Wali Kota Hengky Honandar SE di sepanjang jalan, Dermaga Papusungan hingga ke pemukiman warga, Selasa (24/11/2020).
MMHH begitu sapaan paslon nomor urut 3, kembali melakukan kampanye pertemuan terbatas di dua titik Kecamatan Lembeh Selatan tepatnya Kelurahan Papusungan dan Batulubang.
Sambutan dari warga dituangkan dalam bentuk musik girang-girang (kumpulan alat musik tradisonal) yang dimainkan sejumlah wanita dan pria, menyambut kedatangan MMHH didampingi masing-masing istri usai turun dari perahu taksi penyeberangan Ruko Pulau Lembeh.
"Lagu yang dinyanyikan berjudul Girang-girang Perjuangan. Dengan aransemen atau lirik lagu yang bermakman ajak warga pulau Lembeh khususnya dan Kota Bitung umumnya untuk memilih MMHH ODSK pada Pilkada 9 Desember 2020," kata Sunarto Lontoh Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Lembeh Selatan.
Baca juga: Besok, KPU Minsel Gelar Debat Terakhir Paslon Pilkada
Baca juga: Pemda di Sulut Siap Terapkan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah
Baca juga: Pastikan Logistik Pilkada Aman, Kapolres Minahasa Kembali Kunjungi Gudang KPU
Sontak ketika mendengar lagu dan aransemen itu, MMHH yang disematkan kain batik ikut atau larut bergoyang sepanjang jalan dengan warga.
Meski tetap dalam batasan protokol kesehatan memakai masker dan menjaga jarak, tidak meyurutkan kegembiraan warga dalam menyambut jagoannya di Pilkada 9 Desember 2020.
Menurut Maurits dan Hengky, seni dan budaya seperti ini sangat baik untuk dilestarikan dan dituangkan ke dalam berbagai acara rakyat maupun pemerintahan.
Begitu juga kaitannya dengan pariwisata, bisa diisi dengan seni dan budaya khas daerah atau wilayah setempat yang dilakukan oleh warga.
Baca juga: Akhirnya, Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sudah Selesai Dilakukan, Aspek Keamanannya dalam Pantauan Baik
"Bukan tidak mungkin, seni dan budaya seperti ini dapat menghibur wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang berwisata ke Pulau Lembeh," kata Maurits didampingi Hengky.
Pihaknya berjanji ketika memimpin, akan memperhatikan dan menempatkan seni dan budaya masyarakat dan lainnya yang sudah ada, pada porsinya agar tidak hanya di pakai pada kegitaan seremonial semata.
Lewat wadah yang akan dibuat nanti serta pendampingan dari instansi terkait Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan Kebudayaan Kota Bitung, para penggiat atau pekerja seni ini bisa diberdayakan.
Lewat pelatihan, maupun kegiatan lainnya yang dilakukan oleh pekerja seni lokal kota Bitung tanpa harus mentransfer dari luar daerah.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Minsel 245 Kasus, Satgas Pertegas Kedisiplinan Masyarakat Ikuti Imbauan Pemerintah
"Kami sangat suka dan senang sekali dengan seni budaya di Kota Bitung, yang muncul dari berbagai suku. Seperti Nusa Utara, Minahasa, Bolmong, Gorontalo, Makassar dan lainnya," tambahnya Hengky.
Adapun di Pulau Lembeh menyimpan sejumlah destinasi wisata bahari dan religi yang sudah dikenal wisatawan lokal dan mancanegara.
Sebut saja Patung Yesus Memberkati di Kelurahan Dorbolaang, Patai Kahona, Pantai Ghia di Moto Kadodo, pantai Baturiri, Pulau Serena dan pantai lainnya.
Baca juga: Gadis Cantik Teman Dekat Artis Evi Masamba Dilamar Bos Warkop Haji Kalla, Mahar Perkawinan Fantastis