Gas Bersubsidi
Kedapatan, Rumah Makan Besar di Bitung Ini Masih Pakai Gas Bersubsidi
Keberadaan tabung gas LPG 3 Kilogram (Kg) yang masih kerap dipakai rumah makan berskala besar, kembali dijaring Pemerintah Kota Bitung
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG – Keberadaan tabung gas LPG 3 Kilogram (Kg) yang masih kerap dipakai rumah makan berskala besar, kembali dijaring Pemerintah Kota Bitung dan pihak Pertamina.
Menurut informasi yang dirangkum dari Semual Muhaling Kabid Layanan Informasi, Humas dan Persandian Dinas Kominfo Kota Bitung hasil penjaringan didaapti masih ada rumah makan pakai LPG bersubsidi.
Dari razia ini berhasil di tindak antara lain rumah makan Padang Raya Pariawan di bilangan Pakadoodan ditemukan 12 tabung LPG 3 kg.
Sementara di Rumah Makan Padang Raya di bilangan Winenet ditemukan 6 tabung LPG 3,3 kg dan disita dengan pengganti 2 tabung LPG 5,5 kg bright gas.
Baca juga: KPU Sulut Apresiasi Komitmen Danrem 131/Santiago Wujudkan Pilkada Sehat dan Damai
Baca juga: Cindy Wurangian Pertanyakan Kelanjutan KEK Bitung
Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Paslon Diminta Tak Abaikan Penerapan Protokol Kesehatan
Tabung-tabung tersebut disita dan diganti dengan 4 tabung bright gas 5,5 kg.
Di Rumah Makan Rusni ditemukan 2 tabung LPG 3 kg.
Kedua tabung tersebut ditambah uang tunai Rp 50.000 ditukar dengan 1 tabung LPG 5,5 kg bright gas.
Sedangkan di beberapa rumah makan skala besar lainnya ditemukan sudah menggunakan LPG non subsidi.
Baca juga: Kabupaten Bolmong Terendah Covid-19 di Sulut, Ini Dia Penyebabnya
Di antaranya, Rumah Makan KMP di bilangan Pakadoodan dan Rumah Makan Rindu Malam (Coto Makassar Udin) di pusat Kota Bitung.
Kedua rumah makan yang cukup terkenal di Bitung ini sudah menggunakan LPG 5,5 kg non subsidi.
“Ini sudah kedua kalinya dalam dua bulan terakhir, kami melakukan razia penjaringan,” kata Semual.
Baca juga: Hasil Forensik Wajah Wanita Mirip Gisel Dibeberkan Polisi Hari Ini
Sementara itu Kabag Perekonomian Rolin Dipan bilang, razia seperti ini akan terus dilakukan.
Karena masyarakat terus mengeluh atas kelangkaan LPG 3kg bersubsidi.
Apalagi menjelang hari raya keagamaan di bulan Desember nanti.
Baca juga: Ayub Ali Curhat Kehilangan Muka Hasil Reses DPRD Minim Perhatian
“Diharapkan seluruh pelaku usaha non UKM akan berhenti menggunakan LPG bersubsidi,” kata Dipan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dokumentasi-tim-pemkot-bitung-sidak-penggunaan-gas-bersubsidi.jpg)