Ekspor
Sulut Ekspor Kelapa Parut Serentak ke 4 Negara Senilai Rp 4,99 Miliar
Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado kembali mengekspor kelapa parut asal Sulawesi Utara (Sulut)
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado kembali mengekspor kelapa parut asal Sulawesi Utara (Sulut).
Kali ini, komoditas olahan kelapa ini diekspor serentak ke empat negara.
Rinciannya, Tiongkok sebanyak 104 ton, Irak 26 ton, Rusia 26 ton serta Selandia baru sebanyak 37, 4 ton.
Ratusan ton kelapa parut yang dikirim dari Pelabuhan Bitung itu memiliki nilai ekonomi sebesar Rp 4,99 miliar.
Baca juga: Tim Gugus Tugas Covid-19 Minsel Kejar Waktu Cegah Penyebaran Virus Corona
Baca juga: PLN Suluttenggo All Out Amankan Listrik Momen Pilkada, Natal dan Tahun Baru
Baca juga: Wali Kota Manado GSVL Lantik Satgas Covid-19 di Kecamatan Bunaken
Kepala Karantina Manado Donni Muksydayan, menjelaskan, kelapa parut yang dikirim ke empat negara tersebut dijamin sehat dan aman.
"Kami sudah memenuhi persyaratan negara tujuan baik dari aspek kesehatan maupun standar keamanan pangannya sebelum diberangkatkan,” ujar Donni saat menyerahkan Surat Kesehatan Tumbuhan atau Phytosanitary Certificate (PC) kepada eksportir Tri Mustika Cocominaesa dan PT Royal Coconut.
Menurut Donni, kelapa parut asal Sulut ini semakin diminati di pasar global dan merupakan salah satu produk unggulan ekspor yang meningkat signifikan terutama dalam kondisi ekonomi yang melemah akibat pandemi Covid-19.
Baca juga: Patuh Protokol Covid-19, Four Points Manado Raih Sertifikat CHSE Perhotelan dari Kemenparekraf
Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah dan juga kemudahan layanan ekspor oleh Bea Cukai dan layanan di pelabuhan yang baik dan kerja sama petani serta pelaku usaha yang sinergis.
Berdasarkan data Karantina Pertanian Manado tercatat fasilitasi ekspor kelapa parut selama bulan Januari hingga Oktober tahun 2020 sebanyak 16,72 ribu ton dengan nilai ekonomis Rp 397,51 miliar.
Hal ini meningkat 31,3 persen dibanding periode sama tahun 2019 yang hanya berhasil mencatat sebanyak 12,73 ribu ton dengan perolehan nilai ekonomi Rp 261,56 miliar.
Baca juga: Kasus Chat Mesum Rizieq Shihab di Genggaman Kapolda Metro Baru Fadil Imran
Lebih lanjut Donni menerangkan supaya ekspor kelapa parut ini meningkat dan terus berkelanjutan Karatina Pertanian Manado melakukan percepatan pelayanan tindakan karantina dan juga secara rutin memberikan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari, sesuai yang disyaratkan negara tujuan ekspor.
Masih menurut Donni salah satu cara untuk meningkatkan nilai pertumbuhan ekspor adalah dengan mendorong ekspor produk olahan setengah jadi dan bentuk jadi.
"Kini ekspornya tidak lagi dalam bentuk kelapa bulat namun sudah lebih banyak berupa santan atau kelapa parut," katanya.
Baca juga: Tepergok Bobol Rumah, Mr X Malah Nekat Tikam Perempuan Pemilik Rumah
Dorong Hilirisasi
Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil menyebutkan, sejalan dengan tugas strategis yang diberikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk mengawal upaya peningkatan ekspor, dengan Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian atau Gratieks, pihaknya mendorong hilirisasi produk segar yang telah memiliki pasar.