Pilkada 2020
JAM Sulut Hebat Serukan Jangan Tertipu Pemimpin Manipulatif
Josua Liow, Ketua Jaringan Anak Muda (JAM) Sulut Hebat usai menonton debat paslon, Rabu (11/11/2020) menyimpulkan dalam debat ini
Penulis: Ryo_Noor | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Debat paslon Gubernur dan Wagub jadi ajang menguji integritas figur.
Josua Liow, Ketua Jaringan Anak Muda (JAM) Sulut Hebat usai menonton debat paslon, Rabu (11/11/2020) menyimpulkan dalam debat ini, dua jenis orang. Pertama, menyampaikan apa adanya sesuai fakta
"Cocok antara omongan dan perbuatan," kata dia.
Kedua, orang menyampaikan terkesan manipulatif demi meraih simpati masyarakat
"Apa yang diungkapkan, tidak dicerminkan dari perbuatan," ujarnya.
Baca juga: Hadiri HUT SMK Negeri 1 Kaidipang, Ini Pesan Bupati Depri Pontoh Majukan Pendidikan di Bolmut
Baca juga: Pungut Hitung Suara di TPS, Terapkan Protokol Kesehatan
Baca juga: Polda Sulut Laksanakan Operasi Mantap Praja 2020 dalam Debat Tahap II
Semua tersaji jelas saat debat.
Liow mengatakan, sebagai generasi muda harus melihat dengan bijak mana pemimpin manipulatif, dan mana pemimpin yang beritegritas
"Debat kedua semakin transparan dan kita bisa menilai dengan membanding dengan fakta yang ada," katanya.
Ia kagum pada Olly-Steven dalam debat tampil jujur dan berdasarkan fakta
"Kita boleh lihat penyajian data berdasar data BPS dan realitas apa yang terjadi di tengah masyarakat," kata dia.
Baca juga: Pasca-Pandemi Covid-19, Wisata Kuliner Boulevard Bolsel Kembali Ramai
Baca juga: Setelah 14 Anggota DPRD, Kini Giliran Wali Kota Tomohon Berikan Keterangan di Bawaslu
Meski tidak populis, Olly-Steven menyampaikan apa adanya, misalnya soal keterpurukanasalah Cengkih.
Keterlibatan BPPC di zaman Orde Baru merusak harga cengkih, hingga merusak daya beli masyarakat
"Ketika itu petani banyak yang memotong cengkih ditanam dengan vanili dan tanaman holtikultura lainnya," kata dia
Prodiksi cengkih Sulut ada di urutan ke 8 nasional.
Baca juga: Butuh Sosok Pemimpin yang Bisa Buat Perubahan, Warga Walian Berjuang Menangkan Caroll-Wenny
Tidak populis bagi sebagian orang , tapi bukan berarti program Olly-Steven tidak melakukan pembenahan. Semisal program peremajaan cengkih.
"Program ini tidak fiktif, tapi nyata. Bukan seperti program di salah satu daerah, tanam pohon pisang fiktif yang tengah diusut aparat hukum," kata dia.
Contoh lain diangkat soal isu pendidikan, didebat gembar-gembor soal kesejahteraan tenaga pendidik
"Faktanya di daerah tertentu, THL hanya dibayar di bawah UMP," kata dia.
Baca juga: Debat Sesi II, Olly-Steven Gemilang Paparkan Capaian Sulut Hebat
Ada lagi sosok berkedok religius, bawa-bawa nama Tuhan tapi fakta moralitas tidak teruji
"Kita tidak boleh lagi menipu diri sendiri , apalagi Menipu Masyarakat, karena janji kampanye bersifat mengikat antara pemimpin daerah terpilih dengan rakyat yang dipimpinnya," ungkapnya
Generasi Milenial pun diajak memberikan suara pada Pilkada tanggal 9 Desember 2020. Proses Politik hari ini akan menentukan nasib rakyat Sulut di masa yang akan datang. (ryo)
Baca juga: Hingga Oktober 2020, Jasa Raharja Sulut Salurkan Santunan Korban Lakalantas Rp 26,7 M
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/jam-sulut-hebat-serukan-jangan-tertipu-pemimpin-manipulatif.jpg)