Jumat, 29 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bitung

Masalah Karyawan Perusahaan Ini, Berakhir di Ruang Wali Kota

Tuntutan pekerja PT SIG Asia perusahan ikan di wilayah Kecamatan Girian, yaitu terkait tiga kali termin pembayaran upah mendapat titik terang

Tayang:
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Christian Wayongkere
karyawan yang melakukan aksi di depan perusahaan, tidak berorasi dan membentangkan baliho berisi tuntutan mereka 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Tuntutan pekerja PT SIG Asia perusahan ikan di wilayah Kecamatan Girian, yaitu terkait tiga kali termin pembayaran upah bulan Agustus dan September 2020 dari pihak perusahan akhir mendapat titik terang.

Ini setelah aksi puluhan karyawan yang menduduki perusahaan di lorong Lumba-Lumba Kelurahan Girian Bawah Kecamatan Girian, membentangkan spanduk tuntutan, tidak berorasi hingga difasilitasi oleh serikat pekerja Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP RTMM) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), bertemu pemerintah kota Bitung, Kamis (5/11/2020).

"Jadi tuntukan karyawan yang kami fasilitasi, perusahan berjanji bahwa mereka akan tepati itu pada tanggal 11 November 2020 untuk termin kedua, untuk termin pertama senilai Rp 400 ribu lebih sifatnya panjar," kata Estefanus Sidangoli Ketua FSP RTMM SPSI usai pertemuan dengan pemerintah kota Bitung.

Dia jelaskan, dalam permasalahan ini ada 71 orang karyawan yang dimediasi dan difasilitasi oleh FSP RTMM SPSI dalam memperjuangkan dan mengawal apa yang menjadi hak karyawan agar pihak perusahan melaksanakan komitmen yang telah terbangun  dan ditepati.

Baca juga: Terharu, Michaela Paruntu Basuh Kaki Oma Stin dan Opa Jony di Tompaso Baru

Baca juga: KPK Ingatkan Calon Kepala Daerah di Sulut Waspadai Pamrih Sponsor Pilkada

Baca juga: Kapolres Minsel Sidak Dua Polsek, Anggotanya Terkejut

Agar tidak terulang aksi serupa dari para pekerja.

"Untuk tuntutan karyawan terkait upah di bulan November di luar 3 termin yang disepakati, tanggal 23 November 2020 ada termin ketiga. Setelah itu direalisasikan barulah pihaknya akan membicarakan tentang upah bulan Oktober 2020," tandasnya.

Sementara itu dalam mediasi yang berlangung di ruang Wali kota Bitung, dipimpin Sekda Audy Pangemanan, dilanjutkan oleh Pjs Wali kota Bitung Edison Humiang, dihadiri owner perusahaan, management perusahaan, Kapolres Bitung AKPB FX Winardi Prabowo, perwakilan karyawan, serikat pekerja dan Kadis Nakertrans Wens Luntungan.

Menurut Sekda Audy Pangemanan dari pihak perusahan yang disampaikan langsung oleh Mr Loi owner perusahan dengan bahasa Indonesia yang terbatah-batah, sudah mengiyakan keinginan karyawan membayar ke 71 orang.

Baca juga: Yasti Yakin Olly Dondokambey dan Steven Kandouw Menang Debat Pertama

"Namun dengan syarat, yang disampaikan owner PT SIA Asia, tolong jaga nama baik perusahan, jangan memprovokasi hingga memposting di dunia maya. Jaga nama baik perusahan," pinta Sekda kota Bitung.

Lanjutnya, kesepakatan yang diambil owner PT SIG Asia Mr Loi sudah sangat luar biasa dan sekiranya dilanjutkan oleh pihak serikat pekerja yang menjadi fasilitator masalah ini.

Terkait dengan keinginan karyawan yang mempertanyakan upah pada bulan Oktober, tambah Estefanus Sidangoli dari serikat pekerja menambahkan, memang ketika perjanjian dibuat tidak pikirkan periode bulan Oktober 2020.

Namun hal itu akan disepakati lagi, yang jelas terpenuhi dulu keinginan karyawan yang akan dibayarkan upahnya dari perusahaan.

Baca juga: Jelang Pilkada, Kapolres Bolmut Imbau Masyarakat Jangan Percaya Berita Hoaks dan Penipuan

"Mr Loi bermohon kepada karyawan sebagai anak-anaknya, jangan membawa masalah ini hingga ke dunia maya, karena sebagaimana penyampaian pihak management tengah mencari mitra dari luar untuk berbisnis dan sudah tahap negosiasi jangan sampai karena ini membawa pengaruh tidak baik dalam rencana ini," urai Estefanus atau Petu sapaannya.

Baik serikat, perusahan dan pemerintahan berharap semua masalah bisa terselesaikan dengan aman.

Apalagi kata sekda kota Bitung Audy Pangemanan tidak mengharapkan perusahan ini tutup dan investasi kolaps dan dampak ke tenaga kerja. Karena semua adalah rakyat Kota Bitung, pemerintah bantu dan bicarakan baik-baik.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved