Tambang Emas
Sulut Surga Tambang Emas, Maraknya PETI Jadi Pekerjaan Rumah
Data resmi Dinas ESDM Provinsi Sulut, terdapat 51.150.448 Ton kandungan emas di Sulut yang tersebar di Minsel, Mitra, Minut dan Bolmong Raya
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
"Kini untung untungan bisa dapat 500 ribu per pekan," kata dia.
Ketua Aliansi Masyarakat Desa Bakan Jun Mokoagow mengatakan, para penambang desa
Bakan banyak yang dilanda depresi dan stres. Mereka tak punya solusi hidup.
"Kalau warga di sini pekerjaan utamanya adalah menambang. Tak ada pekerjaan lain," katanya.
Jun memelopori perjuangan warga untuk melegalkan pertambangan rakyat di Bakan. Sejauh ini belum berhasil.
"Solusinya WPR," kata dia.
Sangadi Desa Bakan Hasanuddin Mokodompit mengaku alami dilema.
Ia ingin membantu warga. "Tapi di sisi lain ada aturan dimana saya sebagai aparat negara harus melaksanakan aturan itu," ujar dia.
Ia membeber, penduduk Bakan berjumlah 700 an KK. Sebanyak 70 persen penduduk adalah penambang.
Sebut dia, WPR adalah satu - satunya solusi bagi warga Bakan.
ANCAM AIR BERSIH WADUK LOLAK
PETI juga mengancam proyek air bersih Bendungan Lolak.
Itu terungkap dalam rapat pembahasan kerangka acuan penyediaan air baku bendungan Lolak, Jumat (23/8/2019) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bolmong.
Air untuk proyek tersebut diduga mengandung limbah akibat maraknya aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di sekitar wilayah Desa Totabuan. Air yang tercemar limbah bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Kaur Survei Analisa Balai Wilayah Sungai Sulawesi I Boyke Steven, saat ditanyakan terkejut begitu mengetahui fakta itu.
“Wah kalau itu kita akan ambil sampel dulu,” beber dia. Ia menyatakan, bakal meneliti kandungan air tersebut. Bahkan, pihaknya sengaja mengundang ahli untuk meneliti kualitas air tersebut. "Kita akan teliti dulu,” kata Steven.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tambang-561112.jpg)