Tambang Emas
Sulut Surga Tambang Emas, Maraknya PETI Jadi Pekerjaan Rumah
Data resmi Dinas ESDM Provinsi Sulut, terdapat 51.150.448 Ton kandungan emas di Sulut yang tersebar di Minsel, Mitra, Minut dan Bolmong Raya
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) surga tambang emas. Data resmi Dinas ESDM Provinsi Sulut, terdapat 51.150.448 Ton kandungan emas di Sulut yang tersebar di Minsel, Mitra, Minut dan Bolmong Raya.
Jumlah sebenarnya diperkirakan lebih besar dari itu karena sebagian besar wilayah Bolmong Raya
belum ada data pendukungnya.
Sayangnya potensi tambang yang besar ini belum terkelola dengan baik. Buktinya, banyak tambang liar yang beroperasi.
Tambang liar ini tidak memberi kontribusi bagi pemasukan daerah.
Uangnya masuk ke kantong cukong yang mengelola tambang itu beserta pejabat atau aparat yang berkongsi.
Baca juga: Pemkab Minut Siap Bersinergi, Suport Likupang Jadi Destinasi Wisata Super Prioritas
Baca juga: Wali Kota Manado Harap Masyarakat Disiplin Lakukan Pencegahan Covid-19
Baca juga: Sosok Mayjen TNI Tugas Ratmono, Anak Buah Jenderal Andika Perkasa yang Jadi Kapuskes TNI
Kecelakaan kerja kerap terjadi seperti di tambang Bakan pada awal 2019 lalu yang
menewaskan puluhan orang.
Belum lagi perselisihan yang dipicu dari saling rebut lubang.
Di sisi lain, tambang liar harus diakui memajukan ekonomi masyarakat.
Tindakan represif aparat yang menutup lokasi tambang liar, membawa rasa keadilan, namun
bertentangan dengan rasa kemanusiaan.
Ada ribuan warga yang akan kelaparan jika tambang ditutup paksa tanpa solusi.
DI BOLMONG
Desa Bakan, Kecamatan Tanoyan, Bolmong adalah kisah sedih salah urus tambang Sulut.
Desa ini dulunya dikenal sebagai daerah miskin dan terbelakang.
Ditemukannya areal emas di desa itu pada akhir 90 an membuat warga desa kaya mendadak.
Perlahan julukan desa terbelakang terhapus. Desa itu pun menyandang status desa petro dolar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tambang-561112.jpg)