Masih Ingat Ivan Sambom, Mata-mata KKB Papua di Freeport? Kabar Terbaru Setelah Ditangkap TNI Polri
Ivan Sambom adalah mata-mata KKB Papua yang bekerja sebagai karyawan pengamanan internal di PT Freeport Indonesia
Temianus diketahui membantu membawa barang-barang dan logistik KKB Papua yang melakukan penyerangan ke pusat perkantoran PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana pada 30 Maret yang menewaskan seorang pekerja asing asal Selandia Baru.
Pihak Kejari Timika juga dalam waktu dekat akan melimpahkan berkas dan tersangka Temianus Wandikbo ke PN Timika.
"Tersangka Temianus ini perannya membantu pikul barang-barang dan logistik bersama-sama dengan kelompok itu.
Yang jelas, dia tidak terlibat dalam struktur organisasi orang-orang di dalam (KKB Papua), cuma partisipan saja," kata Kepala Seksi Pidana Khusus pada Kejari Timika Donny S Umbora.
Sosok Ivan Sambom
Diberitakan sebelumnya, TNI-Polri berhasil menangkap IS atau Ivan Sambom saat penggerebekan sebuah kamp Jalan Trans Nabire, Kampung Jayanti, Distrik Iwaka.
Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata Ivan Sambom merupakan mata-mata KKB Papua di PT Freeport Indonesia.
Ivan Sambom bekerja sebagai karyawan pengamanan internal di PT Freeport Indonesia.
Fakta terbaru menyebutkan kalau Ivan Sambom ternyata berpangkat komandan di Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka atau TPN-OPM.
Berikut rangkuman faktanya dilansir dari Tribunnews dalam artikel 'Mata-mata KKB Papua Ditangkap Aparat TNI-Polri, Pelaku Bekerja Sebagai Security di PT Freeport'
1. Mata-mata TPN-OPM
Ivan Sambom mengaku berperan sebagai pemberi informasi atau mata-mata bagi kelompok Tentara Pembebasan Nasional-Oraganisasi Papua Merdeka atau TPN-OPM.
"Ivan Sambom ini selain mata-mata TPN-OPM, merangkap pula sebagai pegawai security PT Freeport Indonesia," ujar Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw dalam keterangannya, Kamis (16/4/2020).
2. Pernah bantu Lekagak Telenggen
Diungkap Paulus, Ivan Sambom mengakui beberapa kali memberikan informasi kepada KKB pimpinan Lekagak Telenggen, Militer Murib, Abubakar Kogoya, Yunus Kobogau terkait informasi pergeseran pasukan maupun melaporkan update situasi posisi aparat keamanan.