Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bunga Krisan

Sulut Dorong Bunga Krisan Jadi Komoditas Ekspor Baru

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado dorong bunga Krisan asal Sulut dapat diekspor langsung ke Jepang

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Staf Ahli Menteri Pertanian, Yessiah Eri didampingi Kepala Balai Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan mengunjungi petani pengembang bunga Krisan di Tomohon, belum lama ini. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado dorong bunga Krisan asal Sulut dapat diekspor langsung ke Jepang.

Langkah ini diambil menyusul terbukanya penerbangan kargo langsung Manado - Jepang.

Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan mengatakan, saat ini baru Sumatera Utara yang mengekspor bunga krisannya langsung ke Jepang.

"Kami optimis sebentar lagi bunga krisan asal Sulut juga bisa masuk pasar Jepang, apalagi sekarang sudah tersedia penerbangan langsung ke Jepang. Peluang besar ini harus kita tangkap,” ujar Donni kepada Tribun Manado, Kamis (15/10/2020).

Baca juga: Ojek Online dan Wali kota Dukung Operasi Yustisi

Baca juga: CEP-Sehan Angkat Tagline Sulut Bangkit Tetty Paruntu: Sulut Jangan Bagini-Bagini Terus

Baca juga: BNN Sulut Sudah Targetkan Adik Pasha Ungu, Kini Jaringannya Helmi Said Diincar

Katanya, arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo untuk melaksanakan program strategis Gerakan Peningkatan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) Komoditas Pertanian di Sulut.

Menindaklanjuti arahan itu, Donni mendampingi Staf Khusus Menteri Pertanian, Yessiah Eri melakukan kunjungan ke beberapa lokasi budidaya krisan yang ada di Tomohon, pekan lalu.

Kolaborasi bersama Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon, Karantina Pertanian Manado akan melakukan pendampingan dan fasilitasi para petani krisan dalam memenuhi permintaan pasar ekspor beserta dengan pemenuhan persyaratan ekspor negara Jepang.

Baca juga: Ini Perilaku Warga Selama Pelaksanaan Operasi Yustisi di Bitung

Baca juga: Pjs Gubernur Agus Fatoni Gaungkan Gerakan Sulut Bermasker

Secara topografi Sulut, menyimpan potensi hasil alam yang begitu melimpah bukan hanya dari sektor perkebunannya tapi juga sektor florikultura.

Indahnya ribuan bunga krisan yang tumbuh di dataran tinggi Sulut menambah deretan panjang hasil alam Bumi Nyiur Melambai yang potensial untuk diekspor.

Tepatnya di Tomohon, bunga krisan ini banyak dibudidayakan oleh petani lokal dan meramaikan pasar domestik.

Tomohon dikenal sebagai sentra krisan terbesar di Indonesia setelah Pulau Jawa.

Baca juga: Gelar Rapat Pleno, KPU Bolmut Tetapkan 57.671 DPT di Kabupaten Bolmut

Hal itu dibuktikan dengan adanya festival tahunan, Tomohon Internasional Festival Flower (TIFF) yang setiap tahun dihadiri  beberapa negara Asia hingga Eropa.

Petani di Tomohon pada umumnya bisa menghasilkan 200.000 pohon per bulan.

Secara kualitas krisan asal Sulut juga tidak diragukan lagi karena telah lama dan banyak meramaikan pasar nasional.

Donni bilang, produksi Krisan Tomohon mencukupi sehingga pihaknya siap mendampingi beberapa persyaratan khusus yang mungkin harus kita penuhi untuk masuk pasar Internasional.

Baca juga: Sarankan Latihan Rutin untuk Anjing Pelacak, Kapolda Sulut Cek Kesiapan Unit K-9 Samapta

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved